Senin, 24 Juli 2017

Momiji by Orizuka



Paperback 208 pages
Published by Inari Mei 2017
Rating 3/5

Siapa yang selalu bangga memiliki nama yang disandang? Terkadang, saya tidak terlalu bangga, maklum, pemberian nama dari orangtua saya hanya satu, trrlalu biasa, maksudnya tak terdiri dari beberapa nama seperti nama anak-anak sekarang. Tapi paling tidak saya bisa menerangkan arti nama saya plus latar belakang pemberian nama ini :))

Patriot Bela Negara memang bukan nama yang umum, belum lagi tubuhnya juga kurang mendukung namanya, Patriot. Jika dulu Mel Gibson bermain di film berjudul Patriot, setidaknya bentuk tubuh Gibson menyerupai sosok patriot. Nah, Patriot yang ini merasa namanya menjadi beban dimana pun ia berada. Alih-alih menjadi pembela negaranya, Patriot yang lebih dikenal dengan nama panggilan Pabel, lebih mencintai negara Jepang dibanding negaranya sendiri.

Singkat kata, berbekal kemampuan bahasa Jepang tingkat menengah, Pabel berangkat ke Jepang untuk mengikuti kelas singkat selama sebulan. Selain ingin memperlancar kemampuan bahasanya, Pabel juga bercita-cita mendapatkan cewek model Yamato Nadeshiko. Di Jepang, Pabel tinggal di rumah keluarga Shiraishi yang terdiri dari ayah ibu, dan dua anaknya,  Kazuki si bungsu dan Momiji si sulung yang sempat menghilang selama 3 tahun.


Kepulangan Momiji ini bersamaan dengan datangnya Pabel ke kediaman Shiraishi. Momiji yang dulunya mirip dengan Chitanda Eru--menurut Pabel-- sekarang berubah 180 derajat. Ia lebih menyerupai yankii dibanding cewek idamannya. Momiji yang menghilang tanpa kabar ini disambut dingin oleh ibunya, Nanami san. Konflik keduanya pun tak bisa dihindari. Pabel, si outsider, bisa memilih antara ia tetap menjadi outsider atau menceburkan diri di konflik keduanya.

Seperti biasa, gaya bercerita Orizuka selalu mengalir dengan apik. Konflik kali ini juga sederhana, kisah tentang seorang remaja yang kurang percaya diri hingga menemukan diri sendiri meski harus pergi jauh untuk menyadari kemampuannya. Latar belakang Jepang juga cukup bagus lengkap dengan info yang diletakkan sebagai catatan kaki. Berbeda dari Novel Orizuka yang sebelumnya saya baca, Oppa and I, disini tidak banyak ekspresi bahasa Jepang yang tersebar. Di Oppa and I, ekspresi bahasa Korea nya sempat membuat saya illfeel. Istilah-istilah Jepang di Novel ini cukup proporsional. Buat saya yang lagi terkena Japan fever, rata-rata yang disebutkan disini saya lumayan tahu, at least pernah dengar. Buat yang asing terhadap Jepang, info di catatan kaki itu mungkin cukup membantu.

Overall, novel ini cukup menghibur, sesekali saya bisa ketawa membayangkan adegan keluarga Shiraishi kalo tergambar di dalam  manga. Tapi kenapa aktor ganteng yang dipilih Fukushi Sota ya untuk menggambarkan sosok ganteng ya. Kenapa bukan Takeru Satoh?  Apa Takeru kurang tinggi dibanding Sota? Hmmm... tapi saya juga ngefans kok sama mas Sota ini hahahaha.... Saya tunggu karya Orizuka yang berlatar Jepang berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar