Rabu, 17 Mei 2017

Wheels and Heels by Irene Dyah Respati


Scoop ebook 321 pages
Published by Elexmedia Komputindo, November 4, 2015
Rating 3/5

Mencicipi penulis metropop (?) yang tersedia di Scoop ternyata lumayan juga :D

Kisah berpusar pada Abilaasha, alias Abby yang punya nama berbau India dengan konflik keluarga plus perasaan naksirnya pada Adian. (nama2 karakter di novel ini bagus2, suka deh). Abby adalah seorang usher alias penjaga show room mobil (setau saya usher itu petugas yang bantu kita nyari tempat duduk di bioskop, ternyata ini namanya usher juga ya ), berasal dari keluarga biasa, keuangan keluarga setelah ayahnya meninggal praktis berada di pundaknya sebagai anak sulung. Bekerja banting tulang demi sekolah adik2nya sekaligus menghidupi warung peninggalan ayahnya yang setelah dipegang ibunya, ternyata kurang berkembang dengan baik.

Nicolette, atau Nico, sahabat paling karib dari Abby, sering kali menjodohkan Abby dengan pria2 kaya demi masa depan yang gemilang bagi Abby. Sebagai anak yang terlahir kaya, Nico merasa kasihan pada Abby yang pontang panting mengejar kontrak pekerjaan sana sini demi mengirim uang ke keluarganya.

Adian, cowok cakep keturunan keluarga kaya, naksir Abby sejak awal bertemu di sebuah acara pameran mobil. Well, sebenarnya mungkin Adian naksir kaki Abby yang jenjang nan indah. Sebagai seorang usher, tentu saja pakaian yang dipakai Abby selalu seksi dan mempertontonkan kaki jenjangnya. Adian adalah tipe cowok satu diantara sejuta cowok di Jakarta. Masih perawan, kata Nico. Usahanya mendekati Abby menemui berbagai kendala, mulai dari sifat malu-malu Adian, gosip pria2 kaya yang mengencani Abby hingga jenjang perbedaan finansial yang sangat mencolok antara keduanya.


Apakah bakal ada cerita Cinderella disini? Hmmmm.... sepertinya ini memang cerita Cinderella, Cinderella yang keras kepala dan sedikit gengsian. Pokoknya endingnya happily ever after lah... (uupsss. spoiler)

Konflik keluarga Abby, tepatnya Abby dan ibunya disuguhkan dengan penuh dramatis, begitu juga dengan penyelesainnya yang mungkin bagi sebagian pembaca bakal berurai airmata (saya sih ngga hahhaha), emosi Abby yang meledak-ledak cukup bisa dipahami karena saya juga kadang meledak karena hal sepele. Sekedar teman saya menyapa di saat yang kurang tepat pun bisa saya semprot hahahaha... Apalagi Abby yang pikirannya penuh dengan masalah. Karakter Adian buat saya sih.......ehhhhmmmm...masih ada ya di Jakarta| Dengan background kuliah di luar negeri dan pergaulan orang-orang eksekutif? Saya sih sedikit ragu orang ebgini masih ada, kecuali di drama Korea/ Jepang, atau di novel ini :D Konflik cinta segitiga di hampir terakhir cerita, menurut saya sedikit dipaksakan. Hanya untuk mendramatisir kisah Abby yang sudah penuh drama.

Overall, saya suka dengan gaya menulis mbak penulis ini, celetukan Abby yang dilontarkan dalam hati pun saya suka, kocak banget. Ketika membaca, saya jadi ingat dorama Jepang komedi yang dipenuhi dengan bubble khayalan di kepala seperti yang ada di manga hahahaha...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar