Sabtu, 25 Februari 2017

Manusia Tikus dan by John Steinback




Judul asli: Of Mice and Men
Ebook Scoop 144 pages
Published February 6, 2017 by Gramdia Psutaka Utama
Pertama diterbitkan tahun 1937
Penerjemah: Ariyantri E. Tarman
Rating 4/5

Setiap orang memiliki mimpi, termasuk para buruh kasar, bahkan yang idiot sekalipun.

George dan Lennie baru saja melaarikan diri dari tempat bekerja mereka sebelumnya ketika George menyadari Lennie selalu mengelus-elus sesuatu di dalam kantung bajunya. Seekor tikus mati. Katanya ia mendapatkan suatu kedamaian ketika mengelus hewan mati itu. Perjalanan mereka saat itu menuju suatu perkebunan yang akan memperkerjakan mereka sebagai pengangkut jelai. 

Lennie, si bongsor setengah idiot bekerja hanya mengandalkan tenaga kasarnya. Otaknya memang tidak sebesar tenaganya, tapi ia baik dan sangat menuruti apa yang dikatakan George. George sendiri adalah sosok buruh cerdas yang selalu meniupakn mimpi ke telinga Lennie. Kelak, mereka akan memiliki kebun sendiri, beternak sendiri dan menikmati hasil kebun sendiri, dan tentu rumah mungil sendiri. Mereka hanya membutuhkan beberapa puluh dollar untuk mewujudkan mimpi tersebut dengan bekerja di perkebunan milik orangtua Curley.

Curley, anak pemilik perkebunan, adalah sosok sombong yang menyebalkan. Istrinya yang muda nan cantik sekaligus menor dianggap pengganggu di perkebunan yang diisi laki-laki, alih-alih sebagai bintang perkebunan karena ia adalah satu-satunya perempuan disana. Si cantik inipun juga memiliki mimpi, menjadi seorang bintang film terkenal, dengan baju-baju mahal, hingga ia dipersunting oleh Curley. Sayang, kehidupannya menjadi lebih buruk ketika aia tinggal di perkebunan, hingga kecelakaan menimpa dirinya.


Dalam deretan timeline teman-teman saya di Goodreads, ada seorang teman saya seusai membaca buku ini memberi review singkat, sangkat singkat, Oh…oh… lalu menangis. Dan tentu saja saya jadi penasaran membaca novel klasik nan pendek ini. Dan memang, ending-nya sangat menyesakkan. Sebenarnya si penulis tidak terlalu menggambarkan kegelapan uruh pada jaman itu. Geroge dan Lennie memiliki teman-teman asik seperti Candy dan Slim. Bahkan Carlston, si negro, memiliki tempat disana. Candy yang sudaha tua dan buntung, juga masih bekerja disana, alih-alih dibuang ke jalan. Curley, si sombong itu juga sebenarnya tidak terlalu jahat. Pertarungannya dengan Lennie menyisakan rasa kecut pada dirinya. Yang menjadi masalah utama adalah Lennie yang selalu kesulitan menahan dirinya ketika ia lepas kendali. Rasa protektif George terhadap dirinya pun tak bisa menghalangi ketika Lennie lepas kendali. Kewarasan George terus menerus diuji dengan kepindahannya bekerja berkali-kali disebabkan oleh Lennie. Apakah ia selamanya akan seperti George yang telah berjanji pada Bibi Clara, bibi-nya Lennie untuk menjaga Lennie? Ahhhhh… ending twist yang tak terduga sekaligus menyesakkan.

Oya, satu pertanyaan, kenapa kira-kira buku ini berjudul  Of Mice and Men. sementara tak ada kisah tikus diceritakan secara spesifik disana? Apakah ini semacam metafora? Well, sepertinya saya musti kembali ke bangku kuliah kajian sastra untuk menganalisa novel keren ini πŸ˜‰πŸ˜‰

Oya, buku ini telah dua kali dilayarlebarkan, pada tahun 1939 dan 1992. Ada banyak sekali clip-nya di Youtube yang bisa dilihat atau film utuhnya. Kalo saya sih, memilih menonton potongan klipnya saja 😁😁

Trailer film Of Mice and Men tahaun 1939

Trailer film Of Mice and Men tahun 1992 (yang jadi George ganteng) πŸ˜†πŸ˜†

2 komentar:

  1. Mungkin tikus disini memang cuma sebuah metafora, tapi dari review dan trailer filmnya yang udah lawas alias film lama, sepertinya kisah George dan Lennie cukup menarik untuk dibaca, dan saya suka bahwa semua orang berhak memiliki impian /mimpinya masing-masing, bahkan orang yang bodoh sekalipun..karena dengan memiliki mimpi maka hidup kita semakin berarti

    BalasHapus
  2. Meski review jalan ceritanya cukup singkat, tapi aku merasakan perasaan menyesakkan di buku ini. Terlebih dengan apa yang selalu George lakukan pada Lennie, meniupkan mimpi indah ke telinga Lennie yang setengah idiot. Orang seperti Lennie yang biasa lebih sering diremehkan di luar sana, bukan diingatkan tentang mimpi-mimpi indah yang membangkitkan semangat, yang juga bisa dilakukannya. Buku yang menurutku memberi pelajaran hidup yang sangat berharga, dan patut dibaca.

    BalasHapus