Minggu, 15 Oktober 2017

Partikel by Dee Lestari


Ebook Bookmate 508 pages
Published April 13, 2012 by Bentang Pustaka
Rating 4/5

Menemukan mood baca yang bagus itu memang satu hal yang ajaib buat saya yang beberapa kali mencoba ini itu, meski kelar tapi tetap saja berasa what I was reading was nothing. However, the moment I started this book, I was absolutely hooked. Kuota data saya tiba-tiba sangat irit karena seharian saya hanya membaca buku tanpa memedulikan rekomendasi dari situs video terbesar pop up berkali-kali. Tsaaahh hahaha...

Sepertinya tulisan ini bakal hanya meracau saja, karena mereview buku bagus itu susah banget buat saya. :D

Buku ini adalah seri ketiga dari seri Supernova milik mbak Dee. Dari 3 seri sebelumnya, yang paling suka adalah Petir. Elektra itu adalah sosok yang ngga bakal saya lupakan begitu saja. Yang paling saya ngga suka adalah Supernova pertama, Ksatria dan Bintang Jatuh (?). Menurut saya buku itu terlalu ingin dibikin nyastra hingga saya jadi kurang menyukai, buat saya agak maksa gitu. Akar adalah seri yang paling bikin nyureng saking filosofisnya. Kurang suka juga. Maka dari itu, memulai Partikel rasanya agak malas, karena terbayang dua seri Supernova sebelumnya yang kurang begitu saya sukai. Akankah Partikel ini seperti Petir? Untuk mudahnya, I love Partikel as much as Petir, maybe even more.

Karena membaca ebook di Bookmate itu tidak seperti membaca paperback, jadi saya kurang memperhatikan penjudulan atau pembagian bab di buku ini. Yang saya perhatikan adalah pembagian tahun menurut karakter utamanya, Zarah Amalia. Dimulai dari masa kini, dan kemudian pembaca dibawa flashback ke keluarga Zarah, dari mulai masa lalu Abah dan Uminya hingga bapak dan ibunya. Keluarga kecil yang bahagia itu akhirnya mengalami konflik besar yang dimulai dari sang Ayah, Firas hingga Zarah yang memilih mengikuti jejak ayahnya.

Selasa, 10 Oktober 2017

Samantha's Secret by Shandy Tan


Scoop Ebook, 191 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, November 2010
Rating 2/5

Setelah membaca Peony's World, saya jadi pengen menjajal beberapa horor lokal, meski yah, pengalaman membaca cerita horor saya mentok di Woman in Black, years ago. Dan itu masih terbayang ketakutannya hingga beberapa waktu. Sempat membaca beberapa novel horor, ada yang saking seramnya hingga saya give up reading, macam Heart Shaped Box, tapi ada juga yang ngga kerasa horornya meski sudah digadang-gadang seram oleh si pengumpul horor stories-nya, Book of Roald Dahl's Ghost Stories. Emmmm...mungkin saya memang jenis manusia rumit ya, dikasih horor banget, takut, dikasih horor ngga serem, males hahahaha...

Tapi ternyata buku ini kelar-kelar aja bukunya. Ya iyalah, novel tipis, tapi ceritanya abege abisss..
Samantha, gadis SMA tiba-tiba bisa memiliki penglihatan akan hal-hal gaib setelah ia mengalami kecelakaan jatuh dari tangga. Kok bisa? Ya tanya saja sama penulisnya, gimana bisa terjadi hahaha... Untungnya dulu saya bolak balik kejeduk kepala saya waktu latihan Perisai Diri, saya ngga mendapatkan daya linuwih ini. Amit amit...

Selasa, 03 Oktober 2017

Peony's World by Kezia Evi Wiadji


Scoop ebook, 244 pages
Published September 13, 2017 by Bhuana Ilmu Populer
Rating: 3/5

Entah kenapa saya cukup tertarik dnegan sinopis cerita ini ketika buku ini baru saja masuk Scoop, akhirnya, tanpa berpikir panjang, saya mengunduhnya. Dan saya langsung membacanya? Ngggaaa lah. Biasa, nginep cukup lama dulu, setelah melewati beberapa manga, anime dan Jmovie, baru lah saya mulai membacanya.

Ternyata oh ternyata, I was hooked by its story...

Well, saya memang jarang membaca cerita dengan genre setengah fantasy horor begini. Jadi ya, saya ngga ada pembanding. Aman lah hahaha...

Peony adalah gadis SMA biasa dengan kemampuan yang luar biasa: dia mampu menciptakan dunianya sendiri dan masuk ke dalamnya. Ia bahkan bisa mengajak orangtuanya, temannya, bahkan pacarnya ke dalam dunia ciptaannya. Bayangkan kalau kamu memiliki kemampuan macam Peony ini, mau kemana hayoooo? Dengan banyaknya dorama atau Jmovie yang saya tonton, kayaknya saya mau ke jembatan legendaris dimana Aki ketemu Riko di film Kanojo wa kini no uso #halah hahaha....

Kehidupan Peony terasa sempurna dengan hadirnya ibu yang mengasihinya, sahabat karib yang menyayanginya, Lola, dan tentu saja Jovan, si pacar yang menyanjungnya. Kehidupannya berbalik 180 derajat ketika kecelakaan merenggut Jovan dari sisinya. Dunia serasa hancur tanpa Jovan di sisinya.

Life of Pi by Yann Martel



Paperback 460 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, December 2004
Rating: 3,5 stars 

Yataaaaa.... finally I finished after, hmmm...about a month? ckckckck...

Well, actually I did want to give 4 or 5 stars to this book, but I couldn't deny that I found myself bored in the middle of reading this. Why? Maybe it's because it's too detailed that I prefer skipping some pages without reading them :D

The book has three chapters: before Pacific Ocean, On The Pacific Ocean and after The Pacific Ocean. (Frankly, I forgot all titles in the chapters :D :D)

I read some reviews that they preferred reading while Pi was on the Pacific ocean. Since I was a bit bored of the first chapter, I was really looking forward to Pi with Richard Parker on the ocean. Yet, I thought it was as detailed as the previous chapter, or I'd better say, it's as boring as the previous chapter. I skipped more pages here.

So, why would I give 3,5 stars to this book if it is that boring? Hmmm... I liked some parts here, like the way Pi got attracted to some religions different from his family background. Pi, at his young age, could get impressed of the way people worship was really something. Compared to other kids at his age, who would have attracted to that kind of thing? Not to mention Pi was serious to learn about those religions. He was even proud to say that he is a Buddhist, Christian, and Moslem. The scene when his 3 teachers met and stated that Pi was their good disciple was really hilarious! Besides that, I also love the narration telling about some animals, about his family loving animals, and his satirical message of who was the cruelest animal on the earth.

Rabu, 20 September 2017

Living no Matsunaga san by Keiko Iwashita




Read scanlation only on mangapark
Genre: romance, shoujo
Release: 2016
Status: on oing
Rating: 3,5/5


Sebenarnya saya lebih suka josei manga dibandingkan shoujo manga begini. Tapi kalo karakter cowoknya cool macam Matsunaga San, berkacamata macam Ayumi Kurisawa alias Shuujin di  DameNa Watashi ni Koishite Kudasai, kayaknya saya bakal betah juga baca manga begini. :D

Ya, ampun, Matsunaga San is extremely kawaaiiii. 

Engggg…. Banyak yang komen di mangapark, jika para pembaca manga ini menyukai model rambut Matsunaga san ini. Mereka bosan dengan segala model rambut cowok di manga yang mirip-mirip cewek. Saya bahkan kadang bingung membedakan antara cowok cewek jika kebetulan si cewek memiliki model rambut pendek. Dan saya jadi paham kenapa mereka begitu menyukai model rambut Matsunaga san. Watashi mo suki desu! πŸ˜πŸ˜πŸ˜

Rabu, 13 September 2017

Kisah Seorang Pedagang Darah by Yu Hua


Paperback 288 pages
Published by April, 2017 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Agustinus Wibowo
Rating 3/5

Saya masih ingat buku Yu Hua pertama yang saya baca, To Live. Endingnya membuat saya patah hati, atau mungkin sepanjang cerita saya bahkan sudah patah hati. Saya bahkan ngga kuat menonton filmnya, meski saya sudah mendonlotnya, sesaat setelah saya menyelesaikan bukunya. Saya tidak terlalu berharap banyak akan buku ini, apakah akan membuat saya patah hati lagi seperti To Live.

Kisah seputar Xu Sanguan, buruh pabrik sutra yang tergoda untuk menikahi gadis cantik, Xu Yulan, hingga ia nekad mencari modal untuk menikah, dengan cara  menjual darah. Dengan uang sebesar 38 yen, ia bisa foya-foya hingga menikahi gadis impiannya.

Celakanya, ketika pasangan Xu ini telah memiliki tiga orang anak, yang diberi nama Kesenangan Satu, Kesenangan Dua dan Kesenangan Tiga alias Yile, Sanle dan Erle, gosip mulai merebak. Gosip itu mengatakan bahwa Yile, si anak sulung memiliki wajah sangat mirip dengaan He Xioyong, pacar Xu Yulan sebelum ia menikah dengan Xu Sanguan. Gosip ini membuat Xu Sanguan patah hati, murka dan malu.

Minggu, 10 September 2017

The Stardust Catcher by Suarcani



Ebook Scoop 184 pages
Published March 31, 2016
Rating 3/5

Bermula dari mencari alternatif bacaan karena membaca Kronik penjual Darah ngga kelar2 :D, jadinya tiap mau tidur, ngeloni tablet sambil membaca novel tipis ini. Eh, ternyata berlanjut. Karena kisahnya yang ringan, jadi saya ngga perlu berkerut kening, meski beberapa kali diselingi dengan dorama beberapa episode atau Jmovie :D

Joe Taslim adalah tipikal anak manis hingga suatu saat menjadi tak lagi manis begitu kedua orangtuanya berniat bercerai. Dia kabur dari persidangan orangtuanya, ikut bersama teman-temannya ke Bali, perjalanan yang nanti akan menentukan masa depan jodohnya. Cieeee.... Jodoh, ngga S2 dulu, Joe? (inget iklan di tipi :D). Dalam perjalanan ini, Joe sempat mengalami berkali-kali kesialan, apalagi setelah ia bertemu dengan peri yang mengaku sebagai peri jodohnya. Eh, apa iya, sebelum ketemu jodoh, seseorang kudu sial dulu? Hadeh….

Mela Ayu, mengidap lupus selama beberapa tahun. Pekerjaannya sebagai terapis di spa di Bali mempertemukannya dengan Oscar, bule Australia yang tergila-gila dengan permainan kartu remi. Mungkin dia juga tergila-gila dengan Mela.Tidak berbeda jauh dengan Joe, Mela ini juga beberapa kali mengalami kesialan, hingga nyaris merenggut nyawanya.

Sally Cinnamon, gadis malang yang meninggal di usia muda, menjelma menjadi peri cahaya, yang mengaku menjadi peri jodoh bagi Joe dan Mela. Ketika nanti mereka bertemu, dan berjodoh, maka Sally akan terbebas dari 'kelayapan' di dunia, dan kembali ke sisi-Nya dengan tenang.

Selasa, 22 Agustus 2017

Perfect World by Aruga Rie


Judul asli: γƒ‘γƒΌγƒ•γ‚§γ‚―γƒˆγƒ―γƒΌγƒ«γƒ‰

Published: February 13, 2015
Rating 3.5/5
Apakah mungkin kau bakal jatuh cinta pada seseorang yang physically impaired?

Kawana Tsugumi, 26, adalah gadis normal yang pernah jatuh cinta pada teman sekolahnya dulu, Itsuki Ayukawa. Setelah sekian lama tak bersua, akhirnya mereka bertemu kembali pada saat reuni sekolah. Namun, ada yang berubah pada  Ayukawa.

Sekilas, tak ada yang berbeda pada Ayukawa; dia tetap cakep seperti dulu yang membuat Kawana jatuh hati, selain kebiasaan membaca buku anehnya. Saat ini pun ia tengah merintis menjadi arsitek yang mulai dikenal. Yang membedakan Ayukawa dulu dan sekarang adalah ia tak lagi berjalan diatas dua kakinya, melainkan duduk di atas kursi roda. Sebuah kecelkaan telah membuatnya demikian.
Kenyataan ini membuat Kawana terkejut sekaligus sedih. Biar bagaimana pun ternyata ia masih sedikit menyimpan perasaan sukanya pada Ayukawa. Namun melihat kondisi fisik cinta pertamanya ini, membuatnya merasa tak mungkin kembali jatuh cinta padanya.

Selanjutnya, tanpa disangka-sangka mereka berdua bekerja sama di sebuah proyek dimana Ayukawa menjadi arsitek dan Kawana menjadi partnernya sebagai desainer. Ayukawa membuat sketsa, dan Kawana menyempurnakan desainnya dengan keahliannya menggambar. Secara perlahan, mereka berdua meniti karir sesuai cita-cita mereka ketika di bangku sekolah dulu. 

Rabu, 16 Agustus 2017

Crenshaw by Katherine Applegate




Paperback172 pages
Published April 2017 by Mizan Fantasy
Rating 3/5

Pernah memiliki teman khayalan? Saya sering. Berganti-ganti pula hahahaha…

Awal kisah, sedikit mengingatkan saya pada A Monster Calls-nya Patrick Ness, meski sama-sama gelap, tapi rupanya teman khayalan di dua buku itu berbeda. 

Jackson mulai melihat teman khayalannya ini ketika berumur sekitar 7 tahun. Crenshaw, seekor kucing raksasa dengan buku lebat dan doyan makan permen jelly. Di rumah, Jackson tinggal bersama kedua orangtuanya dan adik kecilnya, Robin. Kenyataan mengatakan, bahwa Jackson sebenarnya adalah anak pungut, dan kenyataan lain yang lebih pahit, kedua orangtuanya mengalami kebangkrutan finansial. 

Ornagtua Jackson memang bukan pengusaha kaya raya, tapi semenjak sang ayah berhenti bekerja karena penyakitnya, ia tak lagi bisa bekerja normal. Sang ibu yang beralih peran menjadi tulang punggung keluarga, bekerja serabutan sana sini untuk memenuhi kebutuhan. Tapi bangkrut tetap saja bangkrut.

Mereka harus keluar dari apartemen mereka. Menjual barang yang masih layak dijual dan meninggalkan tempat nyaman mereka, berdesakan di mobil van mereka.

Sang ayah berjanji, perjalanan mereka hanya akan memakan waktu beberapa minggu saja, tapi kenyataan berkata lain. Hidup memang pahit, bahkan untuk anak sekecil Jackson dan Robin.

Minggu, 13 Agustus 2017

Seaside: Dendam Tak Oernah Terhapus Waktu by Ziggy Z


Paperback, 236 pages
Published October 7, 2016 by Sendja
Rating 3/5

Seorang gadis, yang tak disebut nama aslinya dari awal hingga akhir, tapi memiliki nama alias yang banyak sekali, Tiffany, Bonnie dll. Mari sebut saja ia Tiffany. Dia punya dendam luarbiasa dengan berbagai oknum yang terlibat dalam menjebloskan ayahnya ke penjara. Sebagai mahasiswi jurusan hukum, apa yang akan ia lakukan jelas menyimpang hukum. tapi Tiffany tidak punya rencana untuk berbalik.

Ia memiliki akses menuju orang-orang di belakang layar dipenjaranya si Papa, dan ia berlatih keras menjadi seorang pembunuh. \dengan bantuan personal trainer, Tiffany membuat dirinya kuat, dan seorang trainer lain yang menyempurnakannya menjadi seorang pembunuh. Tiffany yang dulunya anak kuliahan yang sedang2 saja, bertranformasi menjadi pembunuh. Korban mulai berjatuhan dengan berbagai cara, mulai dari racun, terpenggal, suntikan mematikan, hingga mutilasi, dan semuanya berakhir di krematorium tengah hutan.

Tapi ia melakukan satu kesalahan, ia jatuh cinta. 




Well, keterlibatan sang kekasih ini cukup membuat kisah gelap ini menjadi sedikit berwarna dengan muncul percik-percik cinta di antara mereka berdua. Tapi tetap saja, hawa dendam tetap membara sepanjang buku. 

Senin, 24 Juli 2017

Momiji by Orizuka



Paperback 208 pages
Published by Inari Mei 2017
Rating 3/5

Siapa yang selalu bangga memiliki nama yang disandang? Terkadang, saya tidak terlalu bangga, maklum, pemberian nama dari orangtua saya hanya satu, trrlalu biasa, maksudnya tak terdiri dari beberapa nama seperti nama anak-anak sekarang. Tapi paling tidak saya bisa menerangkan arti nama saya plus latar belakang pemberian nama ini :))

Patriot Bela Negara memang bukan nama yang umum, belum lagi tubuhnya juga kurang mendukung namanya, Patriot. Jika dulu Mel Gibson bermain di film berjudul Patriot, setidaknya bentuk tubuh Gibson menyerupai sosok patriot. Nah, Patriot yang ini merasa namanya menjadi beban dimana pun ia berada. Alih-alih menjadi pembela negaranya, Patriot yang lebih dikenal dengan nama panggilan Pabel, lebih mencintai negara Jepang dibanding negaranya sendiri.

Singkat kata, berbekal kemampuan bahasa Jepang tingkat menengah, Pabel berangkat ke Jepang untuk mengikuti kelas singkat selama sebulan. Selain ingin memperlancar kemampuan bahasanya, Pabel juga bercita-cita mendapatkan cewek model Yamato Nadeshiko. Di Jepang, Pabel tinggal di rumah keluarga Shiraishi yang terdiri dari ayah ibu, dan dua anaknya,  Kazuki si bungsu dan Momiji si sulung yang sempat menghilang selama 3 tahun.

Sabtu, 15 Juli 2017

Mirror, Mirror on the Wall… by Poppy D. Chusfani




Scoop ebook, 176 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama September 2008
Rating 3/5

Tanpa sengaja saya meihat buku ini di deretan library display di Ipusnas, digital library, dan entah karena nama penulisnya atau bagaimana, saya langsung mencarinya di Scoop, dan ketemu! Sementara menunggu murid datang, saya membacanya dan ternyata asik dan lucu :D

Karin adalah tipikal anak SMP yang kalah pamor dari kakaknya, Lis, yang cantik nan pintar. Karin di sekolah merasa tak terlihat, kasat mata, hngga jadi sasaran bully teman-temannya. Karin,sperti hanya remaja lain, juga memimpikan menjadi anak popular, terlebh dia ngin ‘dilihat’ oleh cowok yang ia taksir, Andre.

Pada suatu har, Karin dan kakaknya serta sahabat karibnya, Shawn, bersih-bersih gudang. Di ana ia menemukan sebuah cermin antic yang langsung ia pasang di kamar tidurnya. Tanpa disangka, ternyata itu adalah cermin peninggalan neneknya, atau buyutnya, yang masih memiliki darah kerajaan Banten (?). suatu malam, Karin berasa mimpi masuk ke dalam cermin, dan bertemu dengan 3 orang yang mengaku sebagai refleksi dirinya. Begitu ia keluar dari cermin, tak kalah kagetnya, ia bertemu dengan para penjaganya, Cangra dan Wulung, dalam wujud harimau!!!

Sabtu, 08 Juli 2017

Let It Snow by John Green and friends




Scoop ebook, 314 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama  December 2014
Rating 3/5 

Terus terang saya kurang sukses menyukai buku-buku karya John Green yang selalu popular, sebut saja The Fault in Our Star dan Looking for Alaska. Kedua novel itu saya tutup sebelum berakhir. judul pertama yang saya sebutkan, saya hentikan ketika saya membaca ebooknya karena entah kenapa saya agak roaming dengan stilah-istilah penyakit atau perawatan bagi si karakter yang sakit itu. Dan ketika membaca buku paperback-nya yang sduah diterjemahkan, saya merasa kurang sreg dengan terjemahannya. Ini terus salah siapa? :D Judul yang kedua juga saya tutup ketika secara tidak sengaja saya membaca review spoiler entah dimana. Saya kesal setengah mati hingga saya drop begitu saja proses bacanya. Film-nya juga masih di timbunan, entah kapan bakal saya sentuh. 

Nah, mungkin ini adalah novel John Green paling sukses saya baca hingga akhir mungkin karena factor kolaborasinya yang membuat saya betah membaca hingga selesai hahaha… terus terang, saya belum kapok kok membaca karya-karya John Green karena saya masih menimbun paperback Will Grayson, Will Grayson, dan unduhan ebook di Scoop juga lumayan banyak hehehe…

Yah, kok saya jadi ngerumpi tentang John Green ya? :D

Selasa, 27 Juni 2017

Miseinen dakedo Kodomo ja nai by Kanan Minami




Judul asli:  ζœͺζˆεΉ΄γ γ‘γ©γ‚³γƒ‰γƒ’γ˜γ‚ƒγͺい


English title: Even though I’m a Minor, I’m not a Child
20 chapters, read scanlation only
Rating: 2,5/5
 
Cerita tentang high school dengan genre shoujo memang tidak pernah jauh dari romance, entah itu sweet atau bitter sweet. Tapi kalo genre shoujo kebanyakan memang sweeettt banget meski ending manga yang satu ini berasa pengen banting gadget hahahaha…

Kisah dimulai dari cewek manja, 16 tahun, Karin Oriyama yang nge-fans berat dengan kakak kelasnya, Nao Tsurugi; cakep, pintar dan jago olahraga pula. Pada ulang tahunnya yang ke 16, Karin mendapat hadiah ultah yang tidak main-main, ijin menikah dengan cowok pilihan ayahnya. Semula, ia menolak mentah-mentah, sampe mengancam bunuh diri segala, tapi ternyata cowok yang bakal dijodohkan dengannya adalah si kakak kelas idaman!!! Cuwiiwiiitt… hahaha…

Hari pernikahan pun diatur. Karin menyambut pernikahan ini dengan malu-malu mau, berbeda dengan Nao yang tanpa disangka sangat dingin ketika mereka tak lagi berada di hadapan orangtua masing-masing. Dan, terbongkarlah rahasia mengapa mereka berdua dinikahkan meski masih berada di bangku sekolah; orangtua Nao yang dulunya adalah sahabat karib ornagtua Karin sedang jatuh miskin dengan usahan bisnisnya yang bangkrut. Dari pihak Nao sendiri juga tak kalah mengejutkan alasannya mengapa ia mau saja dinikahkan dnegan Karin; Nao ingin keluar dari rumah orangtuanya yang tiap hari ribut menyisakan trauma pada Nao. Apa kabar perasaan Karin ketika mengetahui kenyataan ini? Ya kebayanglah hancurnya dirinya.

Rabu, 21 Juni 2017

Bakuman 17 by Tsugumi Ohba and Takeshi Obata




Paperback
Published by M&C
Rating 5/5

Baru kali ini saya penggeeeen banget nulis review untuk Bakuman. Biasanya sih hanya cukup di review di Goodreads, setelah itu, sudah :D

Tapi karena sekian lama saya ‘berpisah’ dari serial ini, kalo tidak salah saya terakhir membaca volume 13 tahun lalu, jadi sedikit banyak saya kudu mengingat-ingat konflik terakhir di volume yang terakhir saya baca itu. 

Terus terang, duluuuu, ketika saya membaca volume sebelumnya, saya memang saya sangat antusias mengikuti kiprah duo mangaka yang waktu itu masih junior, yaitu Ashirogi Muto sensei. Tapi tidak jarang, saya cukup bosan dengan segala meeting para kepala editor, hingga kadang saya ngantuk, dan kurang menikmati. Tapi sangat berbeda setelah saya ‘berpisah’ cukup lama dengan serial ini. Sejak volume 14, saya jadi terbakar emosi dengan kehadiran karakter baru, Tohru Nanamine, yang di volume 13, sudah disebutkan oleh penulis. Bahkan manga yang ia tulis juga sangat menarik hingga sekejap saya melupakan bahwa ini adalah manga di dalam manga hahaha…

Nah, inilah yang sebenarnya pengen saya tulis disini. Manga di dalam manga.

Sabtu, 03 Juni 2017

Sceduled Suicide Day by Akiyoshi Rikako




Published by Penerbit HaruMay 8, 2017
PenerjemahAndry Setiawan
Rating 4/5

I can say that this book is different from the other books of hers. Mungkin tidak semengejutkan buku sebelumnya, Holy Mother, tapi tetap saja saya syukaaaaa.... ;)) Apalagi info-info seputar fengshui dan deretan nama makanan, cara pembuatannya,  lengkap dengan inovasi kreatif dari para karakter di Novel ini bikin mouthwatering.... yuuummmm....

Ruri Watanabe, atau Ruri chan sudah memutuskan hari bunuh diri dengan lokasi yang ia cari di situs khusus bunuh diri. Desa Sagamino adalah lokasi bunuh diri yang tepat baginya. Setelah menulis surat wasiat bagi siapapun yang akan menemukan suratnya, Ruri chan pun menuju lokasi bunuh dirinya. Sayang langkahnya ini terhambat oleh hadirnya sosok hantu laki-laki yang menghalanginya untuk bunuh diri. Alih-alih menkutkan, si hantu ini justru menawarkan bantuan bagi Ruri-chan untuk mengusut kasus kematian ayahnya.

Kamis, 25 Mei 2017

Oppa and I series by Orizuka & Lia Indra Andriana




Paperback 540 halaman
Published by Penerbit  Haru, Desember 2016
Rating 2,5/5

Salahkan momen saya membaca Novel ini ketika saya tak lagi maniak Drakor. Salahkan juga saya membaca genre teenlit ketika usia saya tidak lagi teen,  bahkan jauh dari teen  hahahaha... Jadi yah, bisa dimaklumi jika Rating saya pada buku ini tidak se-wah mereka yang sudah memberi rating terlebih dulu di Goodreads. Jika diingat-ingat, saya dulu pernah cukup suka dengan Novel Orizuka yang sangat drakor,  berjudul Fate. Saya bahkan mengingat beberapa vocabulary Korean yang berada di glossary paling belakang. Tapi saya tidak cukup suka dengan novelnya yang berjudul Infinitely Yours yang juga sangaaattt drakor, padahal saat itu saya masih cukup suka nonton drakor. Jadi gimana dong penilaian saya ini? Engggg.... saya juga bingung.

Jadi gini, sebelum saya membaca Novel ini, saya baru saja menamatkan dorama Great Teacher Onizuka versi tahun 2012. Permasalahan anak-anak SMA di sekolah itu cukup rumit hingga membutuhkan guru macam Onizuka sensei. Meski kadang permasalahan agak menjengkelkan macam rasa bersalah yang berlebihan hingga membuat seorang murid ingin bunuh diri, tapi tetap saja konflik di Novel ini berasa remeh banget, apalagi bumbu idol idol macam drakor beneran.

Oya, kayaknya tulisan ini ngga bakal jadi review karena saya bakal ngoceh ngga karuan tentang apa yang sebelumnya saya baca, tonton, atau selama membaca Novel ini dan sesudahnya. Sebelumnya, saya pernah mengatakan pada teman saya yang membeli buku ini (iya, saya cuma modal minjem buku ini), bahwa Novel lokal yang berkisah ala ala drama Korea, biasanya selalu dibumbui  dengan bahasa Korea yang tersebar di sepanjang Novel.  Padahal Novel terjemahan Korea atau Jepang saja tidak memasang banyak sekali Vocab demi mendapatkan feel sangat Korea atau Jepang. Bahasa Korea/ Jepang dipakai jika kisah dalam Novel menceritakan sesuatu yang berbau negara tersebut, jadi tidak semata mata hampir semua phrasa atau ekspresi ditulis dalam bahasa Korea/ Jepang. Saya pernah membaca Novel lokal dengan judul Jepang yang ternyata lebainya mirip drakor, dengan ekspresi bahasa Jepang yang tersebar sepanjang Novel, tidak ada bedanya dengan Novel ini. Sebaliknya,  Novel karya Akiyoshi Rikako dan Manabu Kaminaga dan beberapa penulis Jepang lainnya yang notabene adalah terjemahan bahasa Jepang, justru memuat bahasa Jepang untuk istilah-istilah tertentu saja. Itu sudah sangat Jepang tanpa harus sedikit-sedikit bahasa Korea/ Jepang demi mendapatkan feel-nya. (kok jadi muter-muter gii ya hahahaha….)

Minggu, 21 Mei 2017

Me, Earl and dying Girl by Jesse Andrews




Paperback 332 pages
Published 2016 by Imprint Kepustakaan Populer Gramedia
Penerjemah: Reni Indardini
Rating: 3/5

[Ini mungkin bukan review, Cuma racauan saja :D]

Saya ingat kenapa saya tiba-tiba ingin buku ini setelah melihat satu postingan tentang wishlist buku di blog-nya, entah tahun berapa :D Yang jelas, saya langsung mengunduh buku dan kebetulan buku ini juga sudah difilmkan, sehingga saya juga mengunduhnya. Dan, sekian tahun kemudian, saya baru menginginkan paperback-nya, dan beberapa saat kemudian baru saya membacanya. Dan ternyata dua minggu tidak cukup untuk menyelesaikan membaca buku ini. Gangguan semacam buku kedua—Heels and Wheels—yang saat itu sedang saya baca, juga deretan dorama yang menggoda untuk ditonton :D. But, anyway, I did it. Itu juga dengan ancaman timbunan pinjaman baru yang tiba-tiba menggunung. Kalo saya tidak segera menyelesaikan buku ini, saya khawatir buku ini akan bernasib DNF. Fiuh…

Saya membaca beberapa review di Goodreads yang mengatakan buku ini lucu, itu yang membuat saya bersemangat membaca ini. Tapi ternyata, setelah saya membacanya, saya merasa joke disini memang lucu, meski yah, garing. Racauan Greg Gaines kadang membuat saya capek. Racauan dirinya yang tidak tergabung di grup manapun di SMA, karena ia memang tidak menginginkan bergabung di grup mana pun, serta film buatannya- bersama rekan kerjanya, Earl, membuat saya sedikit capek.  Ohya, saya tadinya berpikir bahwa Earl disini adalah seorang Earl, you know, seorang bangsawan, tapi teryata saya salah. Earl adalah nama seorang teman Greg di sekolah, sekaligus rekan dalam membuat proyek-proyek filmnya. Film-film yang dibuat Greg, diakuinya buruk, beberapa lumayan bagus, beberapa  sangat buruk. Dalam bukunya, Greg sering membuat racauan dalam bentuk dialog dengan font yang berbeda, atau beberapa kemungkinan ini dan itu, yang kadang membuat saya tergoda untuk melewatinya. Yah, ternyata buku ini tidak sesuai dengan yang saya inginkan. Aneh, menurut saya. Sicklit, memang bukan buku yang asik dibaca, karena bakal ada banyak adegan menyedihkan di dalamnya, tapi tidak demikian disini. Well, saya memang tidak mengharapkan adegan mengharukan yang bakal menguras airmata, tapi melihat gaya penulisan buku ini, saya merasa aneh saja. 

Rabu, 17 Mei 2017

Wheels and Heels by Irene Dyah Respati


Scoop ebook 321 pages
Published by Elexmedia Komputindo, November 4, 2015
Rating 3/5

Mencicipi penulis metropop (?) yang tersedia di Scoop ternyata lumayan juga :D

Kisah berpusar pada Abilaasha, alias Abby yang punya nama berbau India dengan konflik keluarga plus perasaan naksirnya pada Adian. (nama2 karakter di novel ini bagus2, suka deh). Abby adalah seorang usher alias penjaga show room mobil (setau saya usher itu petugas yang bantu kita nyari tempat duduk di bioskop, ternyata ini namanya usher juga ya ), berasal dari keluarga biasa, keuangan keluarga setelah ayahnya meninggal praktis berada di pundaknya sebagai anak sulung. Bekerja banting tulang demi sekolah adik2nya sekaligus menghidupi warung peninggalan ayahnya yang setelah dipegang ibunya, ternyata kurang berkembang dengan baik.

Nicolette, atau Nico, sahabat paling karib dari Abby, sering kali menjodohkan Abby dengan pria2 kaya demi masa depan yang gemilang bagi Abby. Sebagai anak yang terlahir kaya, Nico merasa kasihan pada Abby yang pontang panting mengejar kontrak pekerjaan sana sini demi mengirim uang ke keluarganya.

Adian, cowok cakep keturunan keluarga kaya, naksir Abby sejak awal bertemu di sebuah acara pameran mobil. Well, sebenarnya mungkin Adian naksir kaki Abby yang jenjang nan indah. Sebagai seorang usher, tentu saja pakaian yang dipakai Abby selalu seksi dan mempertontonkan kaki jenjangnya. Adian adalah tipe cowok satu diantara sejuta cowok di Jakarta. Masih perawan, kata Nico. Usahanya mendekati Abby menemui berbagai kendala, mulai dari sifat malu-malu Adian, gosip pria2 kaya yang mengencani Abby hingga jenjang perbedaan finansial yang sangat mencolok antara keduanya.

Sabtu, 06 Mei 2017

Entrok by Okky Madasari




Ebook Scoop 282 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama
Rating: 3,5/5

I think I have an issue for Okky Madasari’s books…

Saya sudah membaca beberapa karyanya, seperti Maryam dan 86, dan dari kedua buku itu saya mendapatkan rata-rata isu yang diangkat penulis untk bahan tulisannya: kaum pinggiran atau minoritas yang tak mampu melakukan apapun di tengah masyarakat mayoritas. Dan terlebih isu kental yang terjadi rata-rata di tahun-tahun era Orde Baru.

Bukannya saya tidak menyukai isu semacam ini, hanya membaca ini berasa mengingat luka lama yang ingin terkubur dalam-dalam. Saya pribadi tidak mengalami tekanan jaman Orba, tapi tetap masa-masa kegelapan itu terasa sangat menyakitkan ketika terbuka lagi, meski dalam bentuk fiksi (mungkinkah fiksi berdasarkan kisah nyata?). Beberapa penulis lain juga sering kali menulis era yang sama, tapi rasa yang saya dapatkan berbeda. Sebut saja Ayu Utami, Ahmad Tohari, dan beberapa cerpen milik Puthut EA. Saya merasakan adanya dendam teramat dalam dalam kisah-kisah yang ditulis penulis buku ini.

Sebelum membaca novel ini, saya menyempatkan sedikit membaca-baca review di Goodreads, rata-rata mereka memberikan rating bagus dengan memberi sedikit gambaran seputar perempuan-perempuan yang dikisahkan di novel ini; Sumarni dan Rahayu. Saya pikir kisah mereka adalah kisah yang berbeda yang sama-sama terinspirasi dari Entrok, alias bra, yang menjadi judul novel ini. Ternyata saya salah. Entrok hanya muncul di kisah bagian Sumarni saja. Selebihnya, isunya lebih kental mengarah pada agama atau kepercayaan dan pemerintahan Orba. 

Kamis, 04 Mei 2017

Para Bajingan yang menyenangkan by Puthut EA


Paperback 178 pages
Published by @bukumojok.com, Desember 2016
Rating 4/5

Piye ya meh nulis review nggo boso Jowo? Soale nang buku iki wakeeehhh boso Jowo ne.  Dadine yo aku meh nulis2 nulis bab buku iki nggo bosoku sing tak nggo mben dino.  Nek do gak dong moco reviewku,  yo mungkin awakmu  yo rak cocok karo bukune. Gampang to? #mlipir sik sakdurunge dibalang karo sing nulis...

Dadi inti ceritane ki jane mung nguri2 jaman e mas Puthut rodo edan, edan ngombe  karo edan judi bareng kanca-kancane.  Kanca ne ono sing jenenge Bagor,  Kapsul, Kunthet karo sijine ora  disebut jenenge mergo wong e wes ora ono utowo  meninggal (jane meh tak wacakke Al-Fatihah nggo kancane kui, tapi kok ga ono jenenge, njuk aku kudu nyebut jenenge sopo ben dongaku tekan? Aku sedih pas moco bagian deweke ngewangi wong tuwo pas nang Mekkah....

Bab-bab awal ki critane jane yo antara lucu karo rodo mangkelke. Aku ki yo, jaman kuliah mben ora tau aeng-aeng utowo aneh-aneh. Boro-boro dugem, ngrungokke lagu ajeb-ajeb wae sirahku wes ngelu. Po meneh udud, opo ngombe po judi. Lha iki, wong papat, kok le kompak men do ngombe-ngombe karo judi. Nek menang kelakuane koyo sumugih ngono, nek kalah yo do nyungsep bareng. Mbayangke wong tuwane ki perasaane koyo ngopo nek do ngerti anake koyo ngono. Saiki wae mas Puthut wes orang tentrem atine ndelok Kali, anake, sing ngko gek-gek koyok awake deknen (tak dongakke orang wes, mas).

Selasa, 25 April 2017

Godaan Tak Terduga by Kate Hardy




Judul asli: It Started at the Wedding
Scoop ebook 248 pages
Published July 25, 2016 by Gramedia Pustaka Utama
Rating: 2,5/5

Saya ngga tau apa yang sebenarnya membuat saya tiba-tiba membaca novel genre Harlequin begini. Apa yang ngin sesuatu yang manis-manis karena saya jarang mendapatkan scene manis romantis di dorama romance Jepang. Terus apa yang jadi suka dengan yang manis-manis disini? Melihat saya memberi rating, sepertinya sudah bisa diduga ya? Manis yang overload membuat saya mules :P

Seperti judul vrsi Bahasa Inggrisnya, semua bermula dari pesta pernikahan Ashleigh. Claire Stewart, sahabat sekaligus desainer baju pengantinnya menghilangkan baju pengantin di perjalanan London-Capri. Sean, kakak Ashleigh, yang selama ini menilai Claire adalah sosok yang penuh kekacauan mulai berang. Tapi ternyata cara Claire menyelesaikan masalah hilangnya baju pengantin ini membuat Sean terkesima, terpesona dan akhirnya tergoda.

Selanjutnya bisa ditebak.

Senin, 24 April 2017

Pengumuman Giveaway #HUTBBI6TH




Halooo…

Selamat hari Senin, selamat libur yang sedang menikmati libur… Yang ngga libur karena tugas negara, semoga tabah ya hihihi…

Saatnya saya umumkan peserta yang beruntung di Giveaway HUT BBI 6 tahun 2017 ini.
Ada 18 peserta yang menginginkan Room dan 12 peminat Semusim dan Semusim lagi. Dari random.org:

Para peserta Giveaway yang menginginkan buku Room dan Semusim dan Semusim Lagi.


Yang beruntung mendapatkan novel terjemahan Room:


DAH

Dan yang beruntung mendapatkan novel Semusim dan Semusim Lagi:

CAHYA WIDIASTUTIK

Selamat untuk peserta yang beruntung. Silakan kirim email ke lilass1051@gmail.com untuk mengonfirmasi alamat kirim hadiah ya. Untuk yang belum beruntung, terima kasih partisipasinya ya. Semoga sebelum HUT BBI tahun depan saya bisa mengadakan Giveaway lagi. Maklum timbunan saya butuh rumah baru :D

NB: karena pemenang Room yang saya umumkan hari Senin lalu tidak kunjung memberi konfirmasi berupa alamat kirim hadiah, maka dengan terpaksa saya kembali mengundi pemenang. Diharap maklum yaaa...

Minggu, 16 April 2017

Daisyflo by Yenni Hardiwidjaja


Scoop ebook 262 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama, Maret 1, 2012
Rating 3/5

Sebenarnya saya ngga tau gimana mau nulis reviewnya. Jadi begini,  saya sempat kehilangan minat baca, dan beberapa buku sempat saya coba baca, baik dari timbunan paperback maupun timbunan ebook Scoop. Tapi tetap saja mood baca hilang. Sampai kemudian saya mulai membaca Novel yang sudah sering saya temukan di bazaar buku ini. Ohya, saya pernah membaca reviewnya seorang teman yang cukup kaget dengan isi bukunya yang ternyata 'agak sakit' ini. Maklum saja,  sampulnya cukup manis dengan kembang daisy yang cantik. Tapi ternyata isinya memang bikin 'sakit'.

Well, kebingungan saya menulis review buku ini adalah karena ternyata buku ini cukup mengembalikan mood baca saya, tapi saya ngga suka dengan buku ini, kurang suka mungkin tepatnya. Saya tidak bersimpati pada karakter utamanya, Tara, saya juga sebal dengan pacarnya yang posesif  dan matere; dan juga dua cowok sempurna yang mencintai Tara sama besarnya, Junot dan Alexander. Hellooooww, ngga ada cewek lain yang bisa kalian cintai selain Tara? Kalo misal ada cewek macam Tara ini, mungkin apa yang dilakukan Muli cukup masuk akal. Saya justru bersimpati pada Muli.

Sabtu, 15 April 2017

#HUTBBI6 Giveaway Hop



Holaaaa… 

Wah, saya melewatkan banyak momen di ultah Bebi tahun ini yaaaa… Saya lihat banyak sekali teman-teman dengan ide-idenya yang keren mem-posting macam-macam di acara marathon posting tahun ini. Saya cuma punya satu postingan dan saya juga melewatkan ucapan ultah buat Bebi Kamis lalu huhuhu…

Well, meski telat, saya tetap mau ngucapin 

MET ULTAH BEBI yang ke 6

Semoga makin beragam buku dan review yang bisa menjadi acuan bagi dunia literasi Indonesia

Nah, saya ngga punya ucapan yang lebih baik dari itu kayaknya :D

Sekarang saatnya Giveaway!!!

Senin, 10 April 2017

Suka Duka Membaca Ebook




Saat ini, siapa sih yang ngga membaca ebook alias electronic books? Apalagi di jaman semuanya  serba digital begini. Dari mulai toko buku online, hingga perpustakaan online gratis sampai semacam digital library berbayar. Sebenarnya, jauh sebelum era Android dengan segala keajaibannya, saya sudah sangat akrab dengan segala macam berbau ebook, dari mulai menggunakan hape yang berbasis javascript hingga Symbian. Semuanya bisa saya sulap menjadi ebook reader. Segala aplikasi waktu itu sudah tersedia di internet. Yang saya lakukan hanya meng-convert sesuai operating system hp yang saya punya. 

Membaca ebook memang sebenarnya sangat menyenangkan, apalagi buaat saya yang dari dulu suka utak atik format ebook, tapi tidak berarti tidak beresiko, apalagi buat saya yang sudah bermata empat ini, tergolong parah pula. Hikssss… tapi tetap saja saya masih cinta ebook hahahaha…

Nah, di era digital ini, ada banyak aplikasi yang bisa diunduh dan diinstal di smartphone, dari mlai yang gratis hingga berbayar. Saya pribadi memiliki 4 aplikasi membaca di tablet saya, ditmabh satu, manga browser, aplikasi membaca manga. Jadi 5 dong ya hahaha…

Nah, berikut saya mau share sedikit pengalaman suka duka memakai aplikasi tersebut. 

Google Play Book

Yang ini hampir semua smartphone berbasis android secara otomatis memilikinya (meski tidak semuanya juga sih). Nah, pengalaman saya memakai aplikasi ini sedikit banyak cukup menyenangkan meski ada juga beberapa keanehan. Lho, aneh? Iya, aneh hihihi…

Jadi begini, saya mau share hal-hal yang menyenangkan dulu ya…

-          Saya bisa upload buku yang saya download di aplikasi ini. Pada awalnya, ketika saya memakai Aldiko, saya merasa memakai Google Play book itu merepotkan. Mau membaca saja saya kudu upload dulu. Tapi setelah tau ternyata buku yang sama bisa saya baca di gadget lain milik saya, wow… asyik juga. Ngga itu saja, halaman terakhir yang saya baca di tablet, bisa menyesuaikan secara otomatis ketika saya buka di hp.
-          Fasilitas dictionary juga tersedia di aplikasi ini, jika smartphone-mu tak memiliki built in dictionary, selama membaca buku di Googl Play book jangan lupa mengaktifkan data ya. Bisa pilih Bahasa apa yang dimau.
-          Fasilitas copy-paste, highlight, hingga besar kecil font dan space, bisa diatur. Selain itu, brightness bisa diatur seminim mungkin hingga cukup nyaman membaca dengan penerangan ruangan yang minim.
-          Hal aneh yang saya rasakan ketika saya menggunakan aplikasi ini adalah saya sering kesulitan meng-upload buku. Ketika selesai men-download satu buku, biasanya gadget akan bertanya, aplikasi apa yang akan digunakan? Nah, upload ini hanya bisa berlangsung mudah di hp saya, dan selalu gagal upload menggunakan tablet saya. Aneh bukan? Hmmm… selama masih bisa sih, mari lanjut membaca di aplikasi ini hihihihi…
-          Oya, Google Paly book juga menyediakan store-nnya yang bisa dibeli menggunakan pulsa atau Credit card. Selama ini saya baru sekalai membeli di Google play book, dengan menggunakan pulsa.

Scoop




Beberapa bulan lalu, saya mulai menggunakan aplikasi ini. Bersama 4 teman saya lainnya, kami bersama-sama memiliki satu akun untuk menggunakan Scoop secara bersama-sama. Suka dukanya? Ada dong yaaa..
-          Sebagian besar buku-buku terbiatan Gramedia tersedia disini. Ngeces-ngeces pertama kali saya mempunyai aplikasi ini. Rasanya pengen men-download semua. Tapi apa daya, hasrat menimbun yang lebih besar dibandingkan membaca wkwkwkwk…
-          Font. Bagi pemasang aplikasi ini di tablet atau PC mungkin tidak terlalu memasalahkan font-nya tapi bukan mereka pemakai HP dengan layar minimal 5 atau 5,5 inchi, sering-seringlah minum jus wortel hahaha… Menggunakan format PDF, buku-buku di Scoop hanya bisa di zoom in saja bagi pengguna gadget berlayar kecil. Brightness juga bisa dilakukan dari setting gadget, bukan dari setting aplikasi Scoop. Jadi, yah, terimalah nasib pengguna Scoop bermata empat macam saya ini. Setiap selesai membaca dua atau tiga buku di aplikasi ini, saya kudu beralih ke paperback, karena mata berasa berkunang-kunang. Yah, look at the bright side lah, saya bisa tetap menghabiskan timbunan paperback meski memiliki banyak buku di Scoop :D