Minggu, 27 Desember 2015

Secret Santa 2015 Present and Riddle




Haaiiii, Santaakuuu yang murah hati dan tidak sombongg...

Sepertinya tahun ini adalah tahun penuh hujan buku buat saya, selain beberapa kali menang GA, kuis, dan gagalnya challenge Babat Timbunan saya (pait pait pait, tapi manis juga Hahahaha), saya dapat DUA dari wishlist yang saya post awal bulan lalu. Nah, gimana ga murah hati my Santa? *peluk peluk Santa*

Nah, mau tahu dua buku hadiah dari Santa? Niihhh diaaa...





Sebenarnya dua buku itu saya sudah nimbun ebooknya (jitak saya pliisss), tapi menurut saya dua buku itu worth being collected. Maka saya hepiiiiiii bwangeeddd dapat dua buku ituuu...

Nah, sekarang urusan riddle nya. Begitu saya buka, saya langsung nyari-nyari dimana tu riddle. Nyelip diantara dua buku? Nempel di salah satu buku? Eh, ternyata tu riddle nangkring di bungkus. Saya pikir, itu alamat buat nggaya Santa bahwa dirinya saat ini sedang berlibur di....... APAAHHH??? IRLANDIA!??? *mupeng mupeng mupeengg*. But, wait, tu alamat berliburnya Santa atau riddle ya? Oh, ternyata itu petunjuk alias riddle bentuk alamat dari Santa. Nama dan alamatnya pada awalnya saya ngga punya clue sama sekali. 

Ini dia clue-nya:
From Vampire Assistant
Pallaskenry, Munster 
County Limerick, Ireland

Karena kepo akut, langsung saat itu juga saya gugling. Dan KETEMUUUU.... Dan saya langsung punya bayangan siapa Santa saya ini... Gimana? Betul kan kata saya, Santa saya ini murah hati dan tidak sombong... Tidak sombong memberi clue yang langsung mengarah pada dirinya hahahahaha... MAKASIH, SANTAAA... Mwaahhh....

Sabtu, 26 Desember 2015

Blackjack by Clara Ng & Felice Cahyadi


Ebook, Ijak app, 354 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama
Rating 2/5 

Hmmmm.... Mungkin saya memang kurang cucok dengan Clara Ng, karena saya kurang begitu suka dengannya di Dimsum Terakhir. Melihat satu nama lain di novel ini, saya berpikir saya mau mencoba lagi karya Clara Ng yang lain, siapa tahu saya bisa berubah pikiran. Ternyata sama saja.
Dari lembar awal saja, bagian Prolog, saya sudah skip skip bagian yang harusnya menarik pembaca untuk menentukan membaca atau tidak. Ini cerita apa sih? Kenapa ni cewek bego bangettttt??? Well, mungkin saya termasuk golongan masokis dengan melanjutkan membaca novel ini dan disuguhi serangkaian adegan kebegoan seorang Ashley, mahasiswi yang besar dengan impian kuliah di Inggris, cita cita Mamanya. Naif, bagi teman2 Ashley, tapi banyak komentar pembaca di Goodreads yang mengatakan ni cewek guoblok atau kena pelet atau gendam si pacar. Geblek segeblekngebleknyah.... :/

Jumat, 25 Desember 2015

Metropolis by Windry Ramadhina


Ebook, Ijak application 365 pages
Published 2009 by Grasindo
Rating 4/5 

Kurang sial apa saya ini, bukan penikmat serial thriller tapi cukup menikmati buku2 thriller, dalam waktu bersamaan saya membaca dan menonton serial thriller. Yang terjadi kemudian adalah mixed up antara serial dan buku. Bukan karakter utamanya sih (yah, tentu saja, serial J dorama yang saya tonton karakter utamanya adalah anak sekolah yang hacker), sementara Metropolis ini karakter utama dipegang oleh polisi tukang ngerokok. Karakter antagonis yang seringkali saya salah membayangkan hahaha. Si J di Bloody Monday yang sebenarnya cukup cakep adalah Johan Al, anak boss mafia narkotika yang sakit2an. Ah, tau saya kenapa saya sering mixed up, karena initial mereka sama-sama J #alasan :D
Adegan pertama dibuka dengan suasana pemakaman salah satu boss mafia narkotika. Saya sempat salah mengira buku2 tulisan Windry ini adalah buku romens, makanya saya kaget di awal. Lhoh kok adegan pemakaman? Polisi? Narkotika? Setelah beberapa lembar saya baru yakin bahwa ini emang novel thriller. Saya kemudian berasumsi salah lagi, saya pikir Windry Ramadhina adalah penulis novel2 thriller mengingat namanya cukup laris. Menurut teman saya, Metropolis adalah satu2nya novel thriller nya. Hoooooo...gituuu? Hahahaha.... Saya benar2 butuh piknik bacaan, ah, bukan piknik penulis lokal sepertinya.
Enough with my babbling, mari lanjut dengan review.

Sabtu, 19 Desember 2015

Rumah Bambu by Romo Mangun Wijaya


Ebook from iJak application,  200 pages
Published 25 Juni 2012 by Kepustkaan Populer Gramedia (KPG)
Rating 4/5

Apa yang saya rasakan selama membaca kumpulan cerpen yang ternyata merupakan yang pertama dan yang terakhir milik Romo Mangun ini? Saya merasa sedang bersepeda di kampung-kampung, memperhatikan apa yang tengah terjadi disana. Satu kampung mempunyai kisah berbeda, kadang lucu, kadang pahit dan kadang bahagia. Tak jarang, saya menggelengkan kepala, mengagumj bagaimana Romo Mangun memotret kehidupan masyarakat kampung dengan begitu detil lagi indah. Buat saya yang hobi blusukan di kampung dengan bersepeda, saya hanya bisa melihat sekilas kehidupan orang-ofang dengan rumah-rumah berderet yang saya lalui sekilas. Saya hanya melihat sekilas warna warni baju yang tengah mereka kenakan, tengah mereka cuci, sekilas yang tengah mereka obrolkan, dan sekilas aroma sabun mandi atau sabun cuci yang semerbak. Well, saya memang bukan jenis observer, hanya penikmat hasil observasi orang dan mengaguminya.

Senin, 14 Desember 2015

Where the Mountain Meets The Moon by Garce Lin


Paperback 261 pages
Published November 2010 by Penerbit Atria
Rating 4/5

Suka dengan dongeng sebelum tidur? Dongeng yang tidak hanya bercerita tentang putri-putri canfik miskin atau putri malang yang menanti kehadiran pangeran untuk membebaskan dari kemalangan? Nah, buku ini untukmu :D

Dikisahkan, Minli, gadis 10 tahun,  hidup bersama kedua orangtuanya di desa Nirbuah. Namanya saja diawali dengan Nir, maka nol jugalah buah atau apapun yang ada di desa itu. Minli hidup bersama Ba yang suka sekali mengisahkan cerita-cerita jaman dahulu, dan Ma yang sering kali uring-uringan dengan kondisi miskin desanya. Satu hari, Minli membelanjakan uang peraknya bukan untuk sesuatu yang berguna, melainkan untuk membeli ikan mas. Maka marahlah Ma. Sekedar memberi makan keluarga saja mereka kekurangan,  kenapa harus memberi makan satu mulut lagi?

Dengan sedih, Minli melepaskan si ikan mas di sungai. Namun ternyata, ikan mas ini adalah ikan ajaib yang bisa berbicara dan memberi petunjuk kemana Minli harus pergi untuk memperbaiki kehidupan di desanya. Cocok dengan yang sering dikisahkan Ba pada dirinya, Minli mengikuti petunjuk ikan mas, mencari Kakek Rembulan yang memiliki buku tentang rahasia kehidupan semua manusia. Berbekal tekad kuat, Minli pergi meninggalkan desa Nirbuah, kedua orangtuanya dan warga desanya.

Selasa, 24 November 2015

The Shingaling by R. J. Palacio 



Ebook format, 120 pages by PlayBook
Published May 2015 by Knopf Book for Young Readers
Rating 4/5

Membaca spin off ketiga dari Wonder ini sebenarnya saya sudah agak skeptis, apakah akan semenarik Wonder atau spin off sebelumnya. Di spin off 365 Days of Mr. Browne excerpt saja saya tak bisa membuat reviewnya. Menurut saya mirip buku motivasi yang selama ini saya hindari hahaha. Tapi bukan Palacio namanya kalo buku berisi puluhan excerpts itu tidak menarik. Meski yah, dibandingkan dengan Julian chapter, 365 days kalah satu bintang, versi saya sih :D. Membaca The Shingaling sudsh saya mulai beberapa waktu lalu, sempet berganti-ganti dengan ebook Le Petit Prince. Dan akhirnya saya memilih meneruskan membaca The Shingaling diantara hombardir komik Bakuman, dan tentu saja deretan timbunan Jdrama wkwkwkwk...

 Well, OK, enough with the babling... Time to review.


 Hmmm.... Sepertinya, saya mau babling lagi deh sebelum memulai reviewnya. Jaman kuliah dulu, saya pernah memiliki dua gang yang para anggotanya beberapa dari kelas yang sama dan beberapa dari kelas yang berbeda. Mereka rata-rata tinggal di kos yang berbeda. Dan meski tidak seperah murid-murid di Beecher Prep, tetap saja, membuat saya merasa terbelah dua di waktu senggang antara dua mata kuliah. Satu hari saya habiskan dengan gang A dan di hari lain saya bersama gang B. Apakah saya orang populer, ngga juga. Saya ini hanya pengikut kemana angin membawa saya *alibi

Senin, 16 November 2015

The Fill-In Boyfriend by Kasie West



Epub format 219 pages
Published May 2015 by Harper Teen
Rating 4/5

First, I'd like to confess that I was wrong misjudging this book. At first, I thought this book is just another boy-girlfriend thing. From the title itself, it's fill in boyfriend so there must be someone who lost her boyfriend and foundsomeone to replace. And, blame the synopsis, it says that the jerk finally asked her to come back. Ugh! Well, if my judgement was that shallow, why would I kept reading it and finally finished it?

Hmmm....I just need something to distract my mood from an actor I go nuts to.... Yes, I'm shallow. That shallow indeed.

This book is about Gia, an about to graduate student, is considered perfect to her league but still needs some kind of validation to any of what she does. Whatever she does, she uploads to her social media only to get some replies or comments. She has group of friends whom she thought would be at her side, but turn out she is wrong. It gets worse when she is dumped by her boyfriend on prom night, the one she was about to introduce to her best friends. Seeing no way out, she finds a cute guy, sitting, reading (READING, for God sake, and wearing glasses!) in a car next to her being- dump-scene. Out of the blue, she asks him to act as a fill-in boyfriend.

Jumat, 06 November 2015

Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali by Puthut EA


Paperback 160 pages
Published by Insist Press 2009
Rating: 5/5

Belum pernah saya sebegitu menikmati sebuah kumcer hingga sakau di akhir cerpen. Dimulai dengan membawa buku ini ke kantor, karena saya bakal nganggur 100% kalau saya tidak membawa buku, meski seringkali buku itu tidak terbaca hahaha... Membaca cerpen pertama dengan judul yang sama dengan judul kumcer ini, I was totally hooked. Tak peduli kegilaan saya dengan Jdorama yang sedang saya tonton, buku ini menjadi oase di tengah kebosanan romens di dorama mwahahaha...

Satu hal yang menjadi ciri khas dari seorang Puthut EA adalah kisah-kisah realis yang liris. Gaya bahasa yang tak perlu diksi puitis, bahkan sesekali bahasa Jawa yang dibahasa-Indonesia-kan, menunjukkan bahwa cerpen yang mungkin termasuk nyastra ini (karena banyak perdebatan tentang istilah sastra), tidak memerlukan diksi sulit, dan ending kisah yang membuat si pembaca bertanya, "Heh!? Maksudnya?!" Satu garis merah dari satu kisah ke kisah lain adalah sejarah kelam negeri ini di masa komunis, dan sesudah komunis bahkan jauh sesudah masa kelam itu berlalu. Dosa-dosa masa lalu serasa tak terhapuskan seberapa berat siksaan yang telah ditanggung. Di kumcer pertama, ada seorang bapak yang begitu mengidamkan membaca karya Pramudya Ananta Toer. Fotokopian bukunya, rela ia bayar. Si aku, si pemberi fotokopi yang tak rela dibayar. Hingga muncul adegan macam begini:
Ia menarik uang itu, mengembalikan ke dompetnya, lalu mengeluarkan uang dua puluhan ribu tiga lembar. "Mungkin kamu tidak enak karena menukar buku Pram dengan uang bergambar musuhnya," ucapnya sambil kembali menyelipkan uang ke sakuku lagi. (hal. 7)

Saya untung bisa menahan tawa di kelas sambil geleng-geleng kepala...

Kamis, 05 November 2015

LAPORAN PANDANGAN MATA KOPDAR: LUNCH WITH TSUGAEDA




Setelah berkali-kali saling nanya di grup Whatsapp Goodreads Semarang tentang kapan para anggota baca buku yang doyan kuliner ini, akhirnya memutuskan tanggal 1 November 2015 sebagai hari H kopdar dengan penulis buku Rencana Besar dan Sudut Mati ini. Ssstttt… ini yang pertama lo buat kita bikin acara kopdar semacam Meet and Greet dengan penulis.

Sesuai dengan kesepakatan, jam 10.30, segelintir anggota sudah datang ke venue yang ditentukan, Lombok Idjo. Tapi seperti biasa, gelintir besar lainnya moloorrr. Saya sendiri tiba di tempat pukul 10.40, dan hanya menemui Tezar, yang kelihatan bingung sendiri karena kikuk menghadapi dua tamu yang sudah lebih dulu datang hahahaha.. Saya sendiri masih menunggu seorang teman kerja saya yang ternyata tanpa paksaan mau ikut bergabung acara ini.

Setelah heboh sendiri dengan anggota yang datang, saya dan teman2 yang lain mulai memasuki ruang khusus ber-AC yang sudah di booking beberapa hari sebelumnya. Mas Ade alias Tsugaeda, si penulis dan mas Editor Bentang Pustaka yang dipanggil Opan memperkenalkan diri. Saya duduk bersebarangan dengan mas Ade, tapi, eh, kok bingung ya mau ngomong apa hihihihi… Padahal saya sudah bela-belain menyelesaikan membaca Rencana Besar demi ngga songong-songong amat pas mengajukan pertanyaan nanti wkwkwkwk..

Mas Ade Tsugaeda

Akhirnya semua anggota Goodreads Semarang lumayan komplit. Mas Ade mulai membuka acara dengan memperkenalkan diri (ternyata nama penulisnya yang terdengar mirip orang Jepang ini diambil dari bahasa walikan khas Malang. Jadi silakan dibalik saja namanya ya, temans ;)), menceritakan latar belakang passion-nya menulis genre yang kurang popular di Indonesia, yaitu thriller, dan bagaimana ia mendapatkan ide cerita. Beberapa pertanyaan yang diajukan antara lain adalah berapa lama proses penulisan berlangsung, apakah si penulis mengarah pada target pembaca tertentu yang selama ini membaca buku-buku thriller terjemahan atau non terjemahan macam James Patterson atau Toni Morrison atau penulis lainnya. Pertanyaan lain yang ditujukan ke mas Editor antara lain pertimbangan dalam mempublikasikan sebuah buku, apalagi saat ini tengah popular cerita yang selama ini beredar di media online macam Wattpad. Menurutnya, sebuah tulisan yang sudah beredar di media online bisa saja dipublikasikan dengan catatan banyak pembaca, review yang bagus dan beberapa pertimbangan lain. Ketika proses publikasi ini berlanjut, si penulis cerita di Wattpad bisa menghentikan tulisannya, demi penjualan bukunya secara paperback (apa nih istilahnya? :D)

Rabu, 04 November 2015

Rencana Besar by Tsugaeda


Paperback 378 pages
Published Agustus 2013 by Bentang Pustaka
Rating 4/5

Sebelumnya, saya hanya mendengar berita tentang beberapa kasus pembobolan bank di negeri sendiri dan sama sekali tidak terlalu memperhatikan kasus kasus tersebut. Apakah pada akhirnya kasus tersebut clear dengan putusan yang memuaskan berbagai pihak, atau sebaliknya, gone into thin air. Beberapa bank berkasus ini kebetulan bukan bank dimana saya mempercayakan tabungan saya, tetapi pernah juga saya dengar kasus yang menimpa bank dimana saya menabung. Dan syukur alhamdulillah, tetap aman kok duit saya yang ngga seberapa ituh... :D

Dunia Perbankan memang sangat asing buat saya, meski Bapak saya almarhum dulu bekerja di bank, demikian juga dengan kakak laki-laki saya dsebelum pensiun dini. Saya tak pernah membayangkan adanya kasus rumit seperti yang dikisahkan di novel perdana si penulis ini.  UBI atau Universal Bank of Indonesia tiba-tiba kehilangan uang sebesar 17 miliar rupiah di pembukuan. Dalam kasus ini, ada 3 nama yang diduga bertanggung jawab atas lenyapnya uang ini. Mereka adalah Rifad Akbar, Amanda Suseno, dan Reza Ramaditya. Mereka sebenarnya adalah pegawai-pegawai UBI berprestasi, kecuali Rifad, yang sedikit 'berbeda'. Rifad dikenal sebagai Patriot dari Serikat Pekerja yang sibuk menyuarakan ketidakadilan di perusahaan. Amanda, lebih dikenal sebagai Loyalis, berseberangan dengan Rifad. Reza, pribadi cerdas yang tak terlalu banyak bicara.

Tapi siapa sangka, mereka bertiga ternyata adalah teman seperjuangan dalam kemelut ketenagakerjaan di UBI. Ada banyak ketidakadilan antara jajaran direksi UBI dan karyawan. Jenjang kesejahteraan terbuka lebar. Pekerjaan dan tekanan pekerjaan menjadi isu utama dalam kemelut ini. Iya sih, dimana-mana, saya rasa, pekerjaan selalu mempunyai masalahnya sendiri, tergantung tingkat keparahannya. Di UBI, kemelut menjadi lebih parah dengan adanya dalang utama yang ternyata berperan penting dalam kemelut ketenagakerjaan plus raibnya uang bermiliar rupiah itu. Pihak diluar UBI dilibatkan disini, Makarim Ghanim, seorang pakar dalam ketenagakerjaan. Ia berperan layaknya detektif yang mencari tersangka utama kasus UBI ini.

Selasa, 03 November 2015

Dear Santa: Wishlist Secret Santa 2015




Hiiiiii…. 

Aaaaaahhhhh…… Senaaang sekali ketemu lagi dengan event paling ditunggu sepanjang tahun dari BBI ini, SECRET SANTA!!!

Well,terhitung sudah 3 kali saya ikut event ini, dan dua kali saya berhasil menjebak target saya menebak bahwa saya adalah Santa mereka hahahahaha #ketawajumawa..

Tapi kali ini saya bakal bingung bikin riddle apalagi yang bakal mengecoh target saya hahaha… ah, nanti sajalah mikirnya.

Sekarang, saatnya saya kasih bocoran wishlist saya tahun ini. Ngga banyak sih. Tapi beberapa masih bisa ditemui di toko buku, baik online maupun olshop. Jadi ya, my kind Santa, saya tunggu surprise darimuuu...
  

  1.   Little Princes: One Man's Promise To Bring Home The Lost Children of Nepal by Grennan Connor. (Cek Goodreads)
  2.  All Our Yesterdays (Segala Masa Lalu Kita) by Cristin Terril (Cek Goodreads)
  3.  Simple Miracle: Doa dan Arwah by Ayu Utami (Goodreads)
  4. Burial Rites (Situs-situs Pemakaman) by Hannah Kent (Goodreads
  5. Butterflies (Kupu-Kupu) by Susanne Gervay (Goodreads)
Lima aja ya, Santa. Bisa terkabul dua diantara lima itu, huaaaahhh.... saya bakal baca semua di bulan Januari 2016. Janjiii... Kalo salah satunya saja, yah, tentu bakal dibaca juga dong, kan syaratnya ga boleh ditimbun hahaha..


Okay, Santa... Selamat berburu dan semoga wishlist saya ngga susah amat :D

Scene On Three #10: Seekor Bebek yang Mati di Pinggir Kali – Puthut EA





Kalau sambal itu absen dari meja makan kami saat sarapan, masing-masing kami mempunyai kalimata ntik untuk meresponsnya. Ibuku akan berkata, Yu Sumi sedang ngambek. Sedangkan bapakku akan mengatakan kalau penjual cabai hijau sedang menikah. Ayundaku lain lagi. Jika sambal itu tidak hadir, ia selalu bilang, siding cabinet batal. Ayundaku memang senang sekali menonton laporan khusus yang ditayangkan TVRI, terutama kalau Pak Harmoko membacakan harga-harga bahan makanan, termasuk harga cabai. Aku sendiri akan bilang, upacara tanpa bendera. Biasanya sebelum makan, aku akan mengeluarkan aba-aba untuk diri sendiri jika tidak ada sambal tersebut di meja makan, “Upacara tanpa bendera, mulai.” (halaman 68)

Membaca deskripsi seputar sambal ini, yang terbayang dalam bayangan saya adalah, keluarga Jawa yang selalu berkumpul untuk sarapan, bagaimana pun keadaannya, semacam, mangan ora mangan asal ngumpul, dan tentu asal ada sambal legendaries yang bisa langsung dicocol di cobek. Kecintaan akan sambal cocol ini sangat umum ditemukan di banyak keluarga Indonesia. Meski, yah, tidak termasuk di keluarga saya. Saya lebih suka sambal jadi yang sudah dimasak daripada sambal mentah yang buat saya pedasnya bikin nangis-nangis, mengalahkan menonton drama sedih sekalipun hahaha… 

Selasa, 27 Oktober 2015

Senyum by Raina Telgemeier


Paperback 224 pages
Penerjemah: Indah S. Pratidina
Published Juni 2011 by Gramedia Pustaka Utama
Rating: 3/5

Membaca kisah Raina ini mau tidak mau mengingatkan saya pada trauma masa kecil dulu, yaitu dokter gigi dan dokter mata. Dua dokter ini selalu membuat saya bergidik begitu mendengar nama saja. FYI, gigi saya kurang bagus karena banyak makan permen, secara penampilan, kurang menarik, makanya, saya cukup jarang foto close up dengan pamer gigi, tau diri, tauukk, hahaha. Selain itu, mata saya dari dulu memang sudah minus. Mungkin juga faktor keturunan, bapak ibu saya berkacamata, begitu juga kakak adik saya. Tapi yang membuat kisah saya berbeda dari Raina adalah, Raina berani menghadapi tantangan yang berhubungan dengan masalah gigi geligi ini. Sementara saya sering ketakutan, dan yang jelas, kalo pun saya mau menjalani serangkaian perawatan, ngga bakal kebayang segedhe apa biayanya hahaha...

Raina baru berusia 11 tahun, ketika ia mulai menjalani terapi giginya, disusul dengan kecelakaan kecil yang berakibat besar pada kehidupan remajanya. Dua gigi depannya tanggal! Dari sini, mengalirlah kisah Raina dengan giginya, oh, bukan, dengan senyumnya. Berbagai macam terapi, perawatan, pengobatan, penyiksaan, dan segalanya harus dialami Raina. Kawat gigi, headgear, retainer, operasi, pengeboran, semen gigi hingga gips gigi semua harus dijalani Raina demi gigi yang cantik.

Kamis, 15 Oktober 2015

The Dead Returns by Akiyoshi Rikako


Paperback 252 pages
Penerjemah: Andry Setiawan
Published Agustus 2015 by Penerbit Haru
Rating 4/5

Sekali lagi saya tertipu.

Well, yah, saya memang kurang lihai menebak misteri dalam pembunuhan sih. Dugaan saya, kalo benar, si penulis ini ngga bakal dapat apresiasi sebagus itu di Goodreads. Iya, dugaan saya terlalu ceték. Hiksss...

Takahashi Shinji dibunuh dan bangkit lagi denga jiwa yang berbeda. Di dalam dirinya hidup Koyama Nobuo. Ah, sepertinya bakal sulit menceritakan dua orang yang bertukar jiwa nanti dalam penyebutan nama di review.

Oke, I'll try my best. Gambarimasu :D

Di dalam tubuh Takahashi, ada jiwa Nobuo, yang entah mengapa mengalami kejadian tragis, didorong ke jurang oleh seseorang, dan bersama dirinya, ikut melayang sosok tubuh lain, dan sama-sama jatuh di sampingnya. Mereka pun bertukar jiwa.

Nobuo yang berfisik Takahashi pun kembali ke sekolah Nobuo yang dulu, SMA Higashi. Dia bertemu dengan teman-temannya yang dulu, teman-teman yang selalu mengabaikannya.

Minggu, 11 Oktober 2015

Girls in The Dark by Akiyoshi Rikako



Paperback, 278 pages
Published Mei 2014 by Penerbit Haru
Penerjemah: Andry Setiawan
Rating 4/5

Apa yang dilakukan para gadis di tengah ruangan gelap? Selfie? Ga bakal keliatan, lagian serem ah, kalo tau-tau ada 'yang lain' ikut kefoto :D. Errrr, curhat? Bisa jadi. Pengakuan dosa? Mungkin juga. Nah, apa yang dilakukan para gadis yang bersekolah di SMA Putri Santa Maria?

Ketua kelompok Klub Sastra, Shiraishi Itsumi baru saja tewas, terjatuh dari lantai atas dengan setangkai bunga lili di tangannya. Seminggu kemudian, para anggota Klub Sastra yang terdiri dari 6 gadis, berkumpul, menikmati yabe-nabe, minuman khas yang sering mereka buat dalam pertemuan rutin mereka. Minuman itu sendiri terdiri dari berbagai macam bahan, apa saja, asal tidak beracun, termasuk jam tangan Chanel, pernah menjadi bahan minuman yabe-nabe. Dalam pertemuan yang selalu dilakukan di ruang gelap ini, sambil menikmati hidangan, mereka membaca naskah tulisan mereka.

Kali ini naskah, sesuai keinginan wakil ketua, Sumikawa Sayuri, adalah tulisan tentang mengenang mantan ketua mereka yang telah tewas, Itsumi. Tidak heran, semua naskah dimulai dari kapan, atau pengalaman berharga apa yang kemudian mempertemukan mereka dengan Itsumi. Semua naskah mempunyai ciri yang sama, yaitu berisi kekaguman mereka terhadap Itsumi tentang kecantikannya, kecerdasannya hingga rasa pedulinya yang tinggi terhadap orang lain, bahkan ada yang terang-terangan mengatakan mencintai Itsumi. Yang menyeramkan dari pertemuan kali ini adalah masing-masing naskah mengacu atau menuduh salah seorang anggota Klub Sastra lengkap dengan alibi, alasan dan latar belakang yang cukup akurat si Anu (mungkin) adalah pembunuh Itsumi. Beberapa naskah dibawakan secara emosional, yang lain biasa saja dan ada juga yang bernada mengancam.

Senin, 05 Oktober 2015

The Scorch Trial by James Dashner


Paperback 511 pages
Published Januari 2012 by
Mizan Fantasy
Penerjemah: Meidyna Arrissandi
Rating: 3/5

Saya pernah membaca satu review di Goodreads yang mengatakan, more or less begini, kadang susah mereview buku karena saking bagusnya hingga susah mereview tanpa spoiler, atau karena jeleknya hingga....enggg...apa ya... Lupa hahaha...

Baiklah, novel seri kedua Maze Runner ini menurut saya ngga masuk kedua kategori diatas, bagus banget, nyatanya sepanjang membaca saya ngomel melulu, jelek banget juga ngga gitu amat, karena di beberapa bagian, saya sempet terkaget-kaget. Tapi terus selebihnya, saya melanjutkan ngomel.

Well, first of all, sorry buat penggemar berat seri Maze Runner ini, dan...ohya, review ini bakal banyak sop ilernya, jadi berhenti disini saja kalo kamu belum membaca bukunya.

Di buku pertama, saya merasa baik-baik saja dengan banyaknya adegan lari-lari di Maze. Tiada hari tanpa lari, lari dan lari. Saya justru membayangkan Maze seram macam buku keempat Harry Potter dimana si Cullen kena Avada Kedavra Si Voldy. Yah, melenceng ke HarPot dehhh... Sementara di buku kedua ini, penulis membawa pembaca ke gurun pasir, panaaass dan berdebu. Cocok banget dengan temperatur Semarang yang panas. Ngga heran, saya sempet bermimpi berjalan di gurun, pas tidur siang dan bangun dengan keringat meler-meler. :D Di Maze Runner, para Glader 'disuguhi' monster Griever, disini ada manusia-manusia Crank yang gila dan proses menjelang gila. Sayang, kadar menjijikkannya masih kalah dengan deskripsi Griever, buat saya sih.

Sabtu, 26 September 2015

Haunting Violet (Haunting Violet #1) by Alyxandra Harvey


Ebook, Epub format
Published  June 21st 2011 by Walker Childrens
Rating 4/5

Bagaimana rasanya menjadi putri dari seorang ibu yang bekerja sebagai ‘medium’ bagi para roh-roh gentayangan plus gila hormat dan derajat? Belum lagi diperparah dengan kemampuannya yang ternyata abal-abal?

Violet Willoughby, atau Violet St. Clair, lahir dari seorang ibu yang pembantu disebuah kediaman seorang Earl terhormat. Lahirnya Violet, atau umumnya disebut bastard alias anak haram, maka usailah pekerjaan ibunya. Dendam dengan keadaan, Celeste  Willoughby alias Mary bertekad memperbaiki keadaan dengan cara apapun. Maka dimulailah sandiwara sebagai seorang ‘medium’ dari rumah mewah ke rumah mewah lainnya. Herannya, belum pernah sekalipun kedok ibu Violet ini terungkap. Hingga suatu hari....

Di kediaman Lord Jasper, Rosefield Manor, Violet dan ibunya diundang untuk memamerkan kemampuan keahlian berbicara dengan para spirit. Dengan trik yang cukup mengagumkan plus akting, pertunjukan ibu Violet ini berjalan mulus. Sayang, kedok kemampaun berbicara sebagai medium ini akhirnya terungkap di pertunjukan berikutnya. Violet dan ibunya, serta Colin dan Marjorie yang selama ini membantu mereka harus meninggalkan kemewahan jamuan tamu di rumah Lord Jasper. Sayangnya,pada saat yang hampir sama, Violet menyadari kemampuan barunya yang melebihi drama lebay ibunya. Violet tidak hanya mampu berkomunikasi dengan para roh tapi juga melihat mereka sejelas melihat manusia hidup di sekelilingnya.

Senin, 21 September 2015

The One and Only Ivan by Katherine Applegate


Ebook, Epub format, 194 pages by Play Book
Published January 17th 2012 by HarperCollins
Rating 4/5

Satu hari, saya secara tidak sengaja menonton tayangan On The Spot, tentang tingkah lucu orang utan di berbagai kebun binatang. Mereka terlihat lucu, bebas dan bahagia. Saya langsung teringat dengan ebook yang sedang saya baca saat itu, The One and Only Ivan, kisah gorila yang sedih, meski hidup damai di tempat yang semula ia sebut 'domain' dan berubah menjadi 'cage' alias kandang di akhir kisah.

Ivan, alias si The One and Only Ivan, alias si Mighty Silverback, hampir seumur hidupnya tinggal di sebuah mall, Big Top Mall dengan Mack sebagai pemiliknya. Ivan tinggal di mall tersebut sebagai penarik perhatian pengunjung bersama dengan Stella, si gajah dan Thelma, si burung beo. Sayang, setelah bertahun-tahun menjadi daya tarik, satu hari hilang juga pamor daya tarik mereka. Stella dengan kaki lukanya dan usia yang menua sering kali tertatih selama pertunjukan. Begitu pun Ivan. Pengunjung mulai menurun. Mack harus berbuat sesuatu. jika tak ingin gulung tikar usahanya.

Datanglah Ruby, bayi gajah yang polos, keras kepala dan ingin tahu segalanya. Kedatangannya menyingkirkan Stella yang memang sudah tua dan sakit-sakitan. Sebelum mati, ia sempat berpesan pada Ivan, untuk menjaga Ruby, dan membawanya keluar dari mall. Lebih diharapkan lagi berkumpul dengan habitatnya. Pesan terakhir Stella ini yang kemudian membuat Ivan sibuk: sibuk berpikir, berencana, menyiapkan hati dan beraksi. Si Mighty Silverback berubah menjadi The Primate Picasso, dengan keahlian melukis. Dengan kemampuannya melukis, Ivan berusaha mencari jalan keluar demi masa depan Ruby.

Minggu, 20 September 2015

Oh. My. Gods by Tera Lynn Childs


Paperback 281 pages
Penerjemah: Yonathan Natasaputra
Published: 2008 by Elex Media Komputindo
Rating 3/5

Membaca karya besar macam Harry Potter dan Percy Jackson itu menjadikan saya tidak objektif menilai satu karya yang terbit setelah dua karya besar itu.

Phoebe Castros hanya bermimpi mendapatkan beasiswa penuh untuk melanjutkan studinya di USC, Los Angeles, dengan bakat alamnya, lari marathon. Sayangnya, mimpinya harus kandas begitu ibunya memutuskan secara sepihak, bahwa dirinya akan menikah dan memboyong Phoebe ke Yunani, di satu tempat antah berantah bernama Serfepeola something. Tidak hanya harus meninggalkan sekolah, rumah, juga sahabat-sahabatnya yang setia menemani selama belasan tahun.

Di tempat barunya, Phoebe bersekolah di Akademi yang kepala sekolahnya tak lain adalah Damian, ayah tirinya, suami baru ibunya yang baru dikenal dua minggu! Kenyataan bahwa mereka memang sedang mabuk cinta, cukup membuat Phoebe hampir muntah. Tapi kenyataan lain akan akademi itu nyaris membuatnya pingsan. Murid-murid akademi ini adalah keturunan dewa dewi Yunani yang semuanya memiliki kemampuan supranatural istimewa, tergantung mereka keturunan siapa. Hah!? Jadi, Phoebe bakal jadi satu-satunya non keturunan dewa dewi dong. Sebagai (mungkin) satu-satunya anak tanpa darah dewa dewi, bagaimana mungkin Phoebe bisa bertahan? Belum lagi KTJ-nya alias Kakak Tiri Jahat-nya, Stella, yang belum-belum sudah menyihir siput di piringnya menjadi hidup. Hiiyyy...

Minggu, 13 September 2015

Scene on Three #9: Spotty Powder and Other Splendiferous Secrets




https://bacaanbzee.wordpress.com/2015/09/13/scene-on-three-100/


‘I find August in England a rather torpid month. The trees and plants have all done their growing for the year and nature is hanging motionless in suspension before sinking slowly into the decline of winter. There is a brownish look to the countryside and the leaves are hanging heavy on the trees. But if it is nothing else, it is the month of the butterfly. Butterflies are lovely things. They do no harm to man himself either by stinging, biting or spreading disease. Nor are they beneficial to man as the silkworm is or the honeybee. The large white or cabbage butterfly is the only one that is a nuisance because it lays eggs on your cabbages and these hatch out into horrid hungry caterpillars

I imagine, living in England, enjoying those scenes will make me stay awake, probably. Roald Dahl is an expert to describe any nature scenes combined with his feeling plus his sense of humor, or I think I would say, his-a-bit-horrid humor. Displaying the beauty of butterflies seems a perfect month of the year, but then end up as horrid hungry caterpillars. I cant help laughing when I read this. Other months is actually as special as August, but I guess, Augusts ‘scene is a combination between the beauty and the beast :D



Apa scene-mu hari ini?
  1. Tuliskan suatu adegan atau deskripsi pemandangan/manusia/situasi/kota dan sebagainya dari buku pilihan kalian ke dalam suatu post.
  2. Jelaskan mengapa adegan atau deskripsi itu menarik, menurut versi kalian masing-masing.
  3. Jangan lupa cantumkan button Scene on Three di dalam post dengan link menuju blog Bacaan B.Zee.
  4. Masukkan link post kalian ke link tools yang ada di bawah post Bacaan B.Zee, sekalian saling mengunjungi sesama peserta Scene on Three.
  5. Meme ini diadakan setiap tanggal yang mengandung angka tiga, sesuai dengan ketersediaan tanggal di bulan tersebut (tanggal 3, 13, 23, 30, dan 31).

Dirty Beasts by Roald Dahl




Are you into a gory story
Of dirty beasts that won't make you worry
As it turns out to be some kind of animation
Of the author's never ending imagination

First the story of a pig
Whose brain is sort of big
He dreams of doing great thing
But end up eating the owner without a wink

Come next Crocky Wock the crocodile
That puts boys and girls on his food pile
This bed time story will give you nightmare
As the Crocky Wock Crocodile show up to stare

Introduce you to this lion
That loves to eat meat in a million
But don't ask what favorite meat he likes to chew
Since he would say It's You

Have you heard a story of Stingaling the Scorpion?
A repulsive ugly thing different from minion
Watch out when you go to bed
As it might crawl onto your head

Here comes the most peculiar pet
An ant-eater never crossed in your head
Roy, the dreadfully spoiled child
Who lost his aunt (read: ant) when the ant eater gone wild

Hooray, shout the little girl
As she got some money as if it were pearl
Alas, the giant porcupine comes to spread its prickles
It surely makes your rump have wrinkles

Yes, this story might be the least beast you behold
Of Miss Milky Dessy the cow, the story must be told
She has some kind of unbelievable deformity
She gives a lesson to Afghanistan traveler instead of pity

The Toad and the Snail, the miraculous friends
Will bring you jump from England to France
Watch out for the people when they eat
Since toad and snail are their favorite meat

Have you heard the sound of your tummy?
It produces sound sort of funny
It demands to raid biscuit tin
It tells anyone it is not a sin