Senin, 29 Desember 2014

(Event) Secret Santa Riddle 2014


Yeaaayy…. Akhirnya tiba juga saat posting riddle dari my kind Santa

Saya sempet berdebar-debar dan menduga-duga buku apa yang saya dapat untuk Secret Santa tahun ini. Well, dari sekian buku yang saya pajang di postingan ini, semuanya saya idamkan. Sempet juga ge-er bakal dapat Simple Miracle –nya Ayu Utami, dengan membayangkan sang Santa salah satu pengunjung IRF kemarin, dan mendapatkan tanda tangan Ayu Utami karena penulis Sang Parasit Lajang ini kemarin hadir di IRF. Eh, sehari setelah saya pulang dari IRF, kado dari Santa datang. Hahahaha… impian saya pun buyaaarr… Tapi, tetep saja excited dapat kado dari Santa, Blood of Olympus, seri terakhir Heroes of Olympus. Saya sudah kebelet membaca seri terakhir ini gara-gara spoiler ngga jelas dari dua teman Joglosemar (untung spoilernya ngga jelas hahahaha)…

Ttt..tapii… di dalam bungkus kado, saya menemukan riddle Santa yang….aaarrghhh…. pendeek banget dan clue-nya Cuma se….kuku ponakan bayi saya… duuuhhh…. Ada riddle yang lebih panjang ngga siihhh? Yang lebih jelas merujuk ke satu peserta SS ini? Hiks..hiks…

Ini dia kado dan riddle dari Santa


Kalo kurang jelas riddlenya, saya tulis ulang disini ya

On January 5th
Look at the sky
You will find the answers

The end… sudah? Segitu ajaaa? Garuk garuk….

Yah, ada apa dengan tanggal 5 January? Apakah ultahnya? Apakah ultah blognya? Apakah itu berhubungan dengan bergabungnya dengan BBI? Atau….. adduuhhh… saya mesti ndongak ke langit buat nyari jawabannya niihh… #pijetinleher..

Oke, Santa, thank you banget sudah ngasih kado Blood of Olympus yaaa… sudah ngga sabar baca bukunyaaaa….Saya kudu nyari wangsit dulu buat tahu siapa si Santa yang sangaaattt misterius inih... Yang tahu dikit2, boleh lo japri ke saya buat ngasih contekan hihihi.... 


#46 The Curious Case of Benjamin Button by Scott Fitzgerald



Paperback 92 pages
Published by BukuKatta
Rating 2,5/5

Sensasi membaca buku setelah menonton filmnya itu memang beda. Ada yang terasa bukunya lebih hilarious, ada juga sebaliknya, terasa monoton. Parahnya si aktor ganteng dan cantik membayangi sepanjang proses baca.

Tahun 1860, lahirlah bayi dari keluarga Button. Si ayah, Roger Button, adalah orang sangat terpandang secara sosial dan ekonomi di Baltimore. Tentu saja kelahiran bayi ini menjadi berita utama yang sangat diharapkan masyarakat. Sayangnya, si bayi lahir tidak seperti yang diharapkan orangtuanya. Ada yang aneh pada Button junior dari wajah hingga tubuhnya. Benjamin, nama si bayi, lahir dengan wajah renta dan tubuh bongkok layaknya orangtua berusia 60-70 tahun. Dan ajaibnya, si bayi langsung bisa berteriak minta ini dan itu.

Roger Button tak bisa menyembunyikan Benjamin. Maka sangat aneh ketika mereka tampil di muka umum, mana si ayah dan mana si anak. Masalah mulai timbul ketika Benjamin memasuki usia sekolah umumnya dihitung dari tahun kelahirannya. Wajah dan tubuhnya, serta pikirannya tidak seperti anak seusianya. Penolakan sekolah harus dialami Benjamin, tapi tidak di kehidupan bercintanya. Dia berhasil meminang gadis tercantik di Baltimore, Hildegarde Moncrief, ketika ia berusia 50 tahun.

Keanehan lain terus mewarnai kehidupan Benjamin. Semakin tahun, semakin muda parasnya, semakin kuat tubuhnya, semakin gila ia bekerja. Kebingungan antara mana si ayah dan mana si anak, kembali terulang dengan lahirnya Roscoe yang lahir normal. Pergolakan ekonomi dan politik mengalihkan perhatian Benjamin dari kehidupan cintanya yang mulai timpang seiring bertambahnya umur pasangan ini. Tahun demi tahun berlalu dengan kesuksesan dan kemunduran bagi Benjamin Button.

Selasa, 23 Desember 2014

#45 Click by Nick Hornby, Eoin Colfer, etc


Paperback 228 pages
Published September 2012 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Jia Effendi
Rating 4,5/5

Kamera. Klik. Klik. Klik. Berjuta kisah. Haru dan bahagia.

George Keane adalah pusat dari seluruh kisah Klik ini. Setelah kepergiannya, ada banyak cara untuk tetap menghidupkannya layaknya anggota The Beatles atau aktor-aktris yang sudah almarhum. Warisannya cukup simple bagi dua cucunya, Jason dan Maggie, yaitu kamera.tua dan kotak berisi kotak-kotak yang didalamnya terdapat tujuh kerang dari jenis yang berbeda. 'Lemparkan kembali kerangnya' adalah pesan terakhir Gee, panggilan akrab si kakek, untuk Maggie.

Usai membaca kisah pertama ini, saya berpikir bakal menemukan petualangan Maggie ke tujuh samudra/ laut yang berbeda. Seru, pikir saya. Ternyata saya salah...

Kisah kedua menceritakan tentang Annie, gadis setengah ikan duyung, yang Gee temui di sebuah tempat eksotis. Saya tak menyangka bakal menemukan Gee dalam kisah, dan bukan Gee yang dikisahkan oleh sang cucu. Petualangan Gee melanglang dunia diceritakan dalam alur maju mundur, baik yang ia ceritakan sendiri, atau dikisahkan seseorang yang mengenal Gee. Lev, penghuni penjara termuda, mempunyai kenangan tak terbatas akan Gee. Demikian juga dengan Vincent atau Vinnie. Ramalan sang nenek tentang cucu bernama Jason dan Maggie disebutkan bahkan sebelum Gee menikah! Tak jarang, kenangan akan Gee ini hanya berupa benda yang ia wariskan pada sang cucu. Kamera bagi Jason, sebelumnya adalah aset yang akan membawanya ke ayah kandungnya, tapi surat dari Gee justru membuyarkan keinginannya. Sayangnya, misteri tentang wanita lain yang kemungkinan mewarnai kehidupan Gee di belahan Eropa, tak mendapat porsi di seluruh cerita Klik ini. (Atau saya aja yang sotoy ga ngerti ending di kisah itu ya?)

Sabtu, 20 Desember 2014

#44 Magician's elephant by Kate DiCamillo



 
Paperback 148 pages
Published September 2009 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah: Dini Pandia
Rating 3/5

Do you believe in magic? Do you believe that magic will lead you to your true path? What if it's true? What if it's wrong? What if...

Berawal dari satu florit dan hidup Peter, bocah yatim piatu itu berubah. Satu florit yang seharusnya ia berikan pada penjual roti dan ikan, berakhir di meja peramal. Si peramal hanya mengatakan bahwa adiknya masih hidup dan gajah akan datang bersamanya. Gajah? Di pasar malam itu bahkan tak ada gajah. Bagaimana itu mungkin?

Peter kecil tinggal di kota Baltese, di apartemen Polonaise bersama seorang veteran perang yang kurang waras, Vilna Lutz. Suatu hari, sang gajah yang disebut sang peramal datang, datang dengan cara yang tidak biasa tapi cukup mengesankan. Sang gajah datang dari rapalan mantra hebat seorang penyihir di sebuah pertunjukan. Kedatangan gajah ini selain menuai kehebohan juga menuai celaka bagi Madam LaVaughn yang kakinya tertimpa gajah. Karena ini, si penyihir dan gajah harus mendekam di penjara.

Kamis, 11 Desember 2014

#43 Pangeran nan Bahagia by Oscar Wilde


Paperback 114 pages
Published Agustus 2010 by PORTICO Publishing
Penerjemah Ratna Setyaningsih
Rating 3/5

Buku tipis ini terdiri dari 5 kisah pendek. Dimulai dari Pangeran nan Bahagia. Kisah ini entah mengapa sedikit nostalgic buat saya. Apakah saya pernah membacanya di suatu tempat? Mungkin saja karena buku ini termasuk kisah klasik yang bisa jadi diceritakan ulang berkali kali dengan versi yang sedikit berbeda.

Berkisah tentang patung pangeran yang indah nan kemilau. Semasa hidupnya (sebelum si pangeran diabadikan sebagai patung), sang pangeran sangat sangat bahagia hingga tak pernah melihat keprihatinan rakyatnya. Setelah menjadi patung dan diletakkan di tempat tertinggi kota, si pangeran akhirnya melihat kenyataan yang berbeda dari dalam tembok istana. Berteman dengan burung layang-layang, sang pangeran menebus apa yang seharusnya ia lakukan semasa hidupnya

Kisah kedua adalah Kisah Burung Bulbul dan Mawar Merah. Seorang pelajar muda jatuh cinta pada seorang gadis yang hanya akan bersedia berdansa dengan seorang pemuda yang membawa mawar merah. Cuaca saat itu hanya mampu menumbuhkan mawar putih. Butuh pengorbanan seekor burung Bulbul untuk sebuah mawar merah. Hiksss.... Sediiiih...

#42 Because of Winn-Dixie by Kate DiCamillo


Paperback 182 pages
Published September 2000 by Scholastic
Rating 3,5/5


Pernah merasakan manis sedihnya kehidupan? I think everyone has experienced it.


India Opal Buloni, 10 tahun, merasa kesepian setelah kepindahannya di Naomi. Kerinduannya pada sang mama yang meninggalkannya sejak ia berusia 3 tahun, semakin menjadi. Suatu hari, di tengah kesibukannya belanja di sebuah mini market bernama Winn-Dixie, ia bertemu dengan Winn-Dixie, seekor anjing gelandangan yang tiba-tiba mendapat nama yang sama dengan mini market dimana ia ditemukan. Ayahnya, pendeta daerah setempat juga langsung jatuh hati pada anjing yang suka meringis-meringis ini :D

Sabtu, 29 November 2014

#41 13 Reasons Why By Jay Asher


Paperback 287 pages
Published Oktober 2011 by M-Pop (Kelompok Matahati
Penerjemah: Mery Riansyah
Rating: 4/5

Apa efek terburuk dari bullying?
Mati
Terbunuh
Atau bunuh diri

Hannah Baker memilih yang kedua.

Hannah, remaja yang mungkin tidak pernah menikmati indahnya persahabatan, hangatnya berpacaran, seru-seruan dengan teman seusianya karena ia terburu menelan pil yang mengakhiri hidupnya. Tapi dia tidak tinggal diam sebelum ia mati. Ia harus memberi 'pelajaran' bagi para pengganggunya. Ia ingin, tak ada lagi bullying yang berakhir seperti dirinya.

Maka, dia buatlah 7 kaset berisi rekaman alasan mengapa ia mengakhiri hidupnya. Kaset2 itu ia 'dedikasikan' untuk mereka yang telah mewarnai hidupnya secara kelam. Nama-nama siswa yang memang bermasalah, siswi yang tampak manis, rekan yang dari luar terlihat loveable, cowok pendiam tak percaya diri, dan gurunya. Semua nama itu saling terhubung, terkait dan berujung hilangnya nyawa seorang remaja.

#40 The Giver by Lois Lowry


Paperback 230 pages
Published Agustus 2014 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah Ariyanti Eddy Tarman
Rating 4/5

Bagaimana rasanya hidup di dunia yang sempurna tanpa mengenal arti Cinta?

Jonas sebentar lagi akan menjadi Dua Belas, moment yang membuatnya bergairah sekaligus khawatir. Setiap anak yang menjadi Dua Belas akan menerima tugas yang sudah disesuaikan dengan bakat si anak. Beberapa anak sudah yakin akan bekerja di tempat mana mereka akan ditugaskan, sementara Jonas tidak merasa yakin akan berada dimana.

Waktunya pun tiba. Nama Jonas terlewati begitu saja. Ada yang salah pasti. Ketika akhirnya namanya disebut, dia mendapat kehormatan menjadi si Penerima. Penerima? Apa itu? Menurut si Penerima yang akan segera menyelesaikan tugasnya, sebagai si Penerima, Jonas akan menerima ingatan-ingatan sekian banyak warga dari berpuluh-puluh tahun lalu. Ingatan itu selain menyenangkan juga menyakitkan.

Di dunia Jonas, semua tampak sama, taka da yang lebih menonjol dari yang lain, semua mempunyai usia yang sama di satu waktu. Jonas, Fiona, Asher dan masih banyak anak lain menjadi Dua Belas di bulan Desember. Tak ada perang, tak ada upacara atau acara-acara special semacam ulangtahun. Para lanjut usia hidup ‘bahag ia’ dan tenteram dan rumah lanjut usia hingga wakru ‘pelepasan’ mereka. Akan ada upacara khusus untuk pelepasan ini hingga cukup berkesan bagi lanjut usia. Well, apa itu pelepasan?

Sabtu, 22 November 2014

#39 Teka Teki Terakhir by Annisa Ihsani




Paperback 256 pages
Published Maret 2014
Rating 4/5

Kau suka matematika? Oke, buku ini sangat tepat untukmu
Kau benci matematika? Buku ini lebih dari sekedar matematika
So, whether you love or despise math, this book is for you :D

Pernah merasakan obsesi yang sangat dalam pada suatu tempat? Saya pernah. Sebuah rumah yang konon ada hantu, genderuwo atau kendit nglewer, pernah menjadi bulan-bulan saya dan teman-teman masa kecil saya satroni sepanjang masa kecil kami. Begitu juga dengan Laura Welman. Berdua dengan kakaknya, Jack, mereka terobsesi dengan rumah tua sekaligus penghuninya di seberang rumahnya. Selama 15 tahun mereka tinggal di rumah itu tanpa pernah Laura dan Jack mengenal penghuninya.  Gossip tentang rumah hantu dan penghuni gila hingga penyihir beredar di sepanjang perumahan Littlewood. Hingga suatu hari…

Pelajaran matematika sebenarnya bukanlah pelajaran yang sangat sulit bagi Laura. Tapi entah mengapa dia mendapat nilai 0 untuk kuis hari itu. Laura yang kesal membuang kertas ulangan berhiaskan angka 0 di tempat sampah tetangga aneh itu. Keesokan harinya, Laura dipanggil si pemilik rumah yang mengembalikan kertas ulangannya plus catatan di dalamnya serta buku tipis berjudul Nol: Asal Usul dan Perjalanannya. Si tetangga belakangan diketahui adalah suami istri James dan Eliza Maxwell. Buku ini tidak otomatis membaut Laura menjelma menjadi pintar matematika, tetapi telah membuka dirinya akan perjalanan suatu pencarian itu sendiri. 

Interaksi awal Laura dengan James Maxwell ini diikuti dengan rangkaian kunjungan Laura ke rumah tua itu. Ternyata tak ada yang aneh dengan pasangan Maxwell ini begitu kau mengenalnya. Laura menemukan ‘surga’nya disana. Buku, berderet buku dengan macam-macam genre yang bisa ia baca atau pinjam kapanpun ia mau. Eliza juga sangat ramah menerima gadis dua belas tahun yang mulai menunjukkan ketertarikannya dengan matematika ini. Jadi siapakah keluarga Mawell yang selama 15 tahun menjadi gossip para tetangga?

Suami istri Maxwell ternyata adalah pasangan Profesor matematika. James, saat ini masih mengerjakan proyek Teorema Terakhir Fermat. Wah, mendengarnya saja saya pusing. Tapi tidak bagi Laura. Dengan penuh rasa ingin tahu, Laura berusaha memahami apa itu Fermat. Perjalanannya membawanya mengenal tokoh matematika dunia, seperti Pythagoras, Pascal, Newton, Euler, Diophantine, Eric Temple Bell, dll. Nah lo, saya hanya mengenal tiga nama yang disebut diatas. Dan itu masih banyaaak lagi nama2 lain yang saya merasa asing. Ya iyalah, matematika bukan bidang saya bangeett :D Interaksi yang intens ini membuat Laura asik hingga melupakan hari special sahabatnya, Katie, dan secara perlahan, keingintahuan tentang Fermat dari James menular padanya…

Sebelum saya membaca buku ini, saya telah membaca review beberapa teman saya yang mengatakan buku ini akan sarat dengan teori matematika. Meski IQ saya tergolong jongkok untuk matematika, tetap saja saya menemukan keasikan membaca buku yang berasa buku terjemahan ini. Bahasa dan nama-nama di buku ini terasa buku ini bukan buku local. Nama Annisa sendiri juga sangat asing. Tapi ternyata, saya sangaaat menikmati buku ini. Saya merasa menonton film keluarga Amerika, dengan kehangatan khas keluarga dan para tetangga. Hampir semua karakter disini loveable meski tetap saja karakter utama yang menarik ada pada diri Laura. Secara tidak langsung, mungkin Laura juga mewakili bocah-bocah seusianya yang penuh rasa ingin tahu, terkadang merasa tak nyaman dengan lingkungan, dan juga merasa tersisih sementara sang kakak sibuk dengan dunia remajanya. Beberapa bagian mengingatkan masa kecil saya seperti yang sudah ceritakan di awal buku. Oya, saya masih teringat, satu review dari teman saya yang menyebut panggilan Tuan dan Nyonya pada Maxwell terasa kurang tepat karena berasa berjarak. Errr…. Awalnya saya berpikir demikian jika ini buku local dengan setting Indonesia. Tapi ketika saya membaca, dan merasakan setting serta hubungan para karakter, terasa wajar-wajar saja panggilan Tuan/ Nyonya ini. IMHO sih :D

Senin, 17 November 2014

Wishlist for my Secret Santa 2014


Haaaiii…. Waaahh.. sudah hampir akhir tahun lagi yaaaaa and that means SECRET SANTA EVENT!!!! Yeaaayyy…

Saya punya beberapa wishlist yang gampang-gampang susah. Maaf yaaaa kalo terlalu susah ya karena selera saya yang memang susah #halah… Tapi saya berusaha bikin lebih mudah kok. Tapi saya butuh memberi sedikit tantangan buat Santa saya kali ini hahahaha… Are you challenged to grant my wish, my Santa? OK, check out my wishlist:

  1. Simple Miracles by Ayu Utami (bukabuku)
  2. The Journeys 3 by Valiant Budhi dkk (bukabuku)
  3. The First Phone Call From Heaven by Mitch Albom (bukabuku)
  4. Blood of Olympus by Rick Riordan (bukabuku)
  5. Same Sun Here by Neela Vaswani (bookdepository)
  6. Milkweed by Jerry Spineli (bookdepository)
Naaahh... my Santa, dua yang terakhir di daftar itu agak susah ya. Tapi saya sih nyoba nyoba aja siapa tau my Santa baik hati mau repot pesen2 di bookdepository. Saya sih belum pernah hihihi...

Saya tunggu paketnya ya, my kind Santa




#38 Double Act by Jacqueline Wilson


Paperback 207 pages
Published April 2009 by Gramedia Pustaka Utama
Penerjemah Poppy D. Chusfani
Rating 3/5

Siapa yang pernah ingin punya kembaran? Baca ini deh, biar tau rasa enak dan ngga enaknya mempunyai kembar :D

Ruby dan Garnet Baker adalah kembar identik usia 11 tahun. Mereka tinggal bersama ayah dan nenek mereka.  Sejak lahir, Ruby yang lahir lebih dulu beberapa menit, selalu menjadi yang terkuat, baik dari sifat, gaya ngomong, hingga daya imajinasi. Sebaliknya Garnet, sering pasrah menerima apapun kata Ruby. Dalam buku yang ditulis dalam format diary dan ditulis mereka berdua,  Ruby j6ga lebih banyak ngoceh. Tiap kali ganti penulis, tulisan berubah menjadi huruf italic.

Kehidupan mereka mulai terusik dengan kedatangan Rose,  pacar ayah mereka. Rose ini digambarkan cukup tidak menyenangkan oleh Ruby. Garnet lebih jujur mengungkapkan beberapa kebaikan  Rose (tulisan Garnet ini membuat Ruby marah2) :D . Singkat cerita, si kembar yang memiliki impian menjadi artis ini harus pindah ke rumah baru, di desa, dengan lingkungan yang dianggap kumuh (oleh-kau-tau-siapa) dan teman2 yang menyebalkan. Peluang menjadi artis ini terbuka ketika di surat kabar tertera lowongan anak kembar untuk bermain sebagai kembar untuk film Si Kembar dari St. Claire. Tapiiii.... lokasi audisi ada di London, jauh dari tempat tinggal mereka,  si ayah tak mengizinkan.  Si kembar harus memutar otak.

Jumat, 31 Oktober 2014

#37 Juniper Berry by M. P. Kozlowsky


Ebook 121 pages
Published April 26th 2011 by Walden Pond Press
Rating 3/5

Apa impianmu ketika kau masih kecil? Jadi dokter?  Polisi? Guru? Atau meniadi orang terkenal?

Juniper Berry, 11 tahun, gadis cerdas, lahir dari orangtua selebriti terkenal yang selalu diikuti pers dan fans dimana-mana. Kehidupan mereka semula normal-normal saja; orangtua bekerja dan Juniper seringkali menunggu kedatangan mereka untuk bermanja sekaligus menunjukkan karya drama yang ia tulis dan khusus diperankan orangtuanya.  Yup, Juniper bercita-cita menjadi penulis skenario terkenal.  Tapi kebahagiaan itu tiba-tiba berubah.

Orangtua Juniper tiba-tiba menjaga jarak, berbicara tanpa kontak mata, seringkali mengeluh dan tak lagi ada waktu untuk Juniper.  Merasa sedih dan kecewa, Juniper berusaha mencari penyebab perubahan orangtuanya.  Dengan selalu membawa teropong di tangan,  Juniper mengeksplor kemana saja orangtuanya sering menghilang di malam hari. Kecurigaannya tertuju pada sebuah pohon tua dimana seekor gagak selalu bertengger. Di hutan itu, Juniper bertemu dengan Giles, tetangga seusianya yang rupanya mempunyai masalah yang sama, orangtuanya yang musisi juga mengalami gejala yang sama.  Jika Juniper bersekolah di rumah, Giles bersekolah di sekolah umum yang penuh dengan bullying. Dan Giles menjadi salah satu korbannya.  Betapa Giles memimpikan tubuh besar nan kuat hingga ia mampu melawan bullying itu.

#36 Traces of Love by Clio Freya


Paperback 416 pages
Published September 2014 by Gramedia Pustaka Utama
Rating 4/5

Aaaarrrgggghhhhhh..... Akhirnya buku ketiga seri McGallaghan rilis jugaaaa.... #histeriiisss. ..
I can say it's absolutely worth waiting for after more than 3 years!!! Wejian, setia ya nunggu huhuhu...

Dari buku keduanya,  From Paris to Eternity,  Fay Regina Renata sudah berubah menjadi Fay Regina McGallaghan.  Setelah dinyatakan sukses dengan tugas agen kedua,  dan uji coba sadis di Ruang Putih, Fay dinyatakan pantas menyandang nama McGallaghan.  Dengan begitu ia resmi menjadi sepupu Kent, cowok taksirannya... Uuughhh...

Di buku ketiga ini, Fay kembali menjalani tugas berat yang membuat hatinya terombang ambing antara menuruti kehendak hatinya atau kehendak para pamannya. Apalagi setelah perayaan ultahnya ke 18, Fay harus mengucap sumpah hidup matinya untuk keluarga McGallaghan.  Tak ada pilihan lain. Tak pernah ada pilihan lain. Apalagi setelah kecelakaan pesawat yang merenggut kedua orangtuanya.  Fay seolah diterima di sebuah keluarga yang hangat, kocak, tapi penuh disiplin tinggi.  Para sepupu yang muncul banyak di buku ketiga ini memunculkan kehangatan keluarga yang terkadang menjengkelkan sekaligus mengharukan.

Rabu, 29 Oktober 2014

Taylor Swift Book Tag

Hell yeaahh..

Kena deh saya Book Tag lagi. Tapi kali ini saya bertekad memenuhi tantangan @Kang Opan yang sudah nge-tag saya di postingannya di Kandang Baca. Kali ini book Tag ber-label Taylor Swift Book Tag yang digagas dari The Book Life di tayangan YouTube. Sama dengan Opan, saya sebenarnya punya playlist dari penyanyi country cantik ini, tapi so far saya hanya familiar dengan Love Story aja hahaha... Yuk, langsung saja. Mumpung ada kucuran hotspot kantor... hihihi....

1.       “We Are Never Ever Getting Back Together”
Pick a book or book series that you were pretty sure you were in love with, but then wanted to break up with
Meraba Indonesia karya Ahmad Yunus. Awalnya saya membayangkan bakal seru membaca kisah perjalanan gila (seperti tag line buku ini), tapi terlalu banyak data ini dan itu serupa pelajaran statistic, membuat saya menyerah. Belum seratus persen nyerah sih, tapi lanjut nantiiiii deehh… :p

2.       Red”
Pick a book with a RED cover.
Cek di goodreads dulu deh kayaknya hehehe…
Ehhmmm…. Tangled deh… hahaha… ini adalah novel dewasa terkocaak yang pernah saya baca dan saya review :D

Selasa, 21 Oktober 2014

#35 Mafalda by Quino


Paperback, 128 pages
Published 2009 by KPG
Oenerjemah: Ratna Dyah Wulandari

Seri pertama komik dari Quino. Biasanya saya kurang begitu menikmati komik kumpulan begini. Yang ini, saya betah duduk menikmati kisah2 Mafalda dengan celetukannya yang inosen tapi cerdas.Terbit pertama kali di negara aslinya, Argentina, sekitar tahun 1964-1973. Masa-masa itu banyak negara mengalami kemelut politik tarik ulur junta militer dan sipil. Menurut kata pengantar buku ini, kemelut itu masih sangat relevan hingga saat ini, bahkan di negeri kita tercinta, Indonesia.

Yuk, kenalan dengan para karakter di komik ini.

Mafalda, 6 tahun, benci setengah mati dengan sup, bersama teman2nya baru saja masuk sekolah. Ada Felipe, Susanita, Manolito dan Miguelito. Semua anak mempunyai karakter kuat. Mafalda, kritis, lugu dan cerdas. Tak bisa dipercaya, gadis 6 tahun ini hobi banget dengerin siaran radio dan memantau kondisi dunia, di luar negaranya, dengan segala carut marutnya. Yang paling membuat saya ternganga adalah ketika ia menidurkan globe yang ia anggap sedang sakit. Sampai akhirnya dia berkeputusan menyembuhkan dunia dengan menghapus (baca: menyetip) keberadaan Beijing, Pentagon dan Kremlin dari globenya. Ngakak sekaligus trenyuh dan terharu. 

Rabu, 15 Oktober 2014

#34 Between Shades of Gray by Ruta Sepetys


EBook format
Published March 22nd 2011 by Philomel Books
Rating 4,5/5

Sebelumnya, saya hanya mengenal Hitler yang catatan genocide nya terhadap bangsa Yahudi begitu memilukan. Sebelumnya, saya hanya mengenal Stalin begitu saja, tanpa tahu siapa sosok populer ini. Dan saya mengenal 'kekejamannya' di buku ini dari kacamata Lina Vilkas.

Lina, gadis 15 tahun biasa yang menyukai melukis segenap jiwanya, mempunyai keluarga yang saling mengasihi dan rumah yang nyaman di Lituania. Segalanya lenyap dalam sekejap setelah penjemputan paksa tentara Rusia terhadap rakyat sipil dari keluarga terpelajar. Lina juga harus terpisah dari ayah tercintanya.

Lina, ibu dan adiknya Jonas diangkut di sebuah kereta gelap gulita, berjubel dengan puluhan, mungkin ratusan orang lainnya, termasuk ibu muda yang baru saja melahirkan bayinya. Berhari-hari mereka tersekap dalam kereta gelap dengan tulisan besar-besar di punggung kereta "Prostitute and Thieves". Semua kegiatan dari mulai makan, tidur, aktivitas buang air besar dan kecil dilakukan di sebuah lubang khusus, hingga menjaga kewarasan dilakukan di dalam gerbong kereta tanpa tahu dimana dan kapan mereka akan berhenti.

#33 Remember When by Winna Effendi


Ebook, pdf format 176 pages
Rating 3/5

Cinta segi berapa ini ya? Tiga? Empat? Ato lima? :D

Masa SMU adalah masa-masa emas mereguk masa remaja. Senang sedih selalu mewarnai lembar kehidupan remaja. Tak terkecuali Anggia, Freya, Moses, Adrian dan Erik. Anggia, cewek cantik modis, populer di kalangan cowok, berpacaran dengan Adrian, bintang basket sekolah. Freya dan Moses si kutu buku, saling tertarik dan kemudian berpacaran. Erik? Sementara jadi obat nyamuk untuk mereka berempat hahaha...

Seiring berjalannya waktu, perubahan demi perubahan mengalir. Kecelakaan yang dialami ibunda Adrian memicu perubahan hubungan antara mereka berempat secara drastis. Perubahan yang memicu perpecahan persahabatan mereka. 

Sabtu, 04 Oktober 2014

#32 Negeri Senja by Seno Gumira Ajidarma


Paperback, 244 pages
Published 2003 by Kepustakaan Pustaka Gramedia (KPG)
Rating 3,5/5

Syahdan, ada sebuah tempat dimana matahari tak pernah tergelincir ke peraduannya, dan tak pernah terbit terang di pagi dan siang hari. Tempat itu bernama Negeri Senja, sebuah negeri dengan pemandangan redup sore hari, sebuah negeri yang selama beratus tahun menanti kedatangan seseorang yang akan menyingkirkan kutukan negeri dengan naungan senja sepanjang masa.

Syahdan, datanglah sang pengembara yang penasaran dengan Negeri Senja, yang selalu mencatat keindahan, kemustahilan, dan kejahatan yang melanda Negeri dengan bahasa khusus Negeri Senja. Apakah sang pengembara ini adalah sosok yang ditunggu para penduduk Negeri Senja. Ternyata bukan, dan saya kecewa.

Sabtu, 20 September 2014

September to Remember Blog Hop


Heihoooo....

Happy birthday for September ladies and gentlemen... And of course for me, too...

September selalu menjadi bulan yang saya tunggu sekaligus tidak saya tunggu. Kok begitu? Ya, karena bulan ini saya berulang tahun, jadi pasti  istimewa. Menjadi tidak istimewa karena banyak yang menunggu traktiran hahaha... Tapiiii... Tetep saja banyak istimewanya, karena ini adalah tahun kedua saya bergabung dengan grup joglosemar kismis Family. Yes, berkat arisan joglosemar, saya jadi lebih menunggu bulan September karena hadiah timbunan yang menggiurkan. Ini dia buntelan timbunannya... :@ ((padahal timbunan hadiah tahun lalu belum semua dibaca hiksss..))

Hadiahnya diserahin di kantor. Seragamkuuu.... :D
Ini dia timbunannyaaaa... kartunnyaaa :D

Terima kasih untuk doa-doa yang terkirim buat saya baik yang terucap, tertulis atau terucap dalam hati saja. Saya hanya bisa mengaminkan saja. Amiinn…

Nah, bulan September kali ini lebih istimewa karena saya dan 8 September girls lainnya membuat GA asik yang bisa diikuti teman semuanya, terutama yang berdomisili di Indonesia. Beberapa diantara kalian pasti sudah mampir di blog lain sebelum postingan saya ini, dan sudah tahu cara mainnya. But, it's OK kalo saya cantumkan saja cara mainnya. Gampang kok.

Apa sih nama event-nya?


S-E-P-T-E-M-B-E-R
To
R-E-M-E-M-B-E-R
Hadiahnya:

  • Voucher senilai Rp 340,000,- untuk masing-masing 2 pemenang.
  • Hadiah buku pilihan di OlShop Indonesia / lokal. Harga yang akan kami pakai adalah harga sebelum diskon (harga normal).

Ngiler kan? Kebayang buku senilai 340 ribu itu bisa jadi berapa buku, coba? Apalagi kalo beli di lapak diskonan, wuiihhh…. Bisa jadi timbunan setahun tuh hahaha..

Trus syaratnya apa dong?? Engg… saya ngga mau ribet sih. Tapi tetep ada syaratnya laahh…

  • Follow blog saya ya, meski agak jarang update akhir-akhir ini, tapi seneng lo kalo banyak follower-nya ((hasyaaahh)). Sebut nama untuk follow blog ini jika belum follow, kalo sudah follow terima kasih yaa, tapi tetep sebut saja nama yang dipake.. :P
  • Tak perlu follow twitter saya karena saya juga jarang ber-twit-twit. Tapi bolehlah menyebarkan event asik ini lewat medsos baik fb, twitter, ato G+. Kalo mo sebar di twitter, silakan mention saya ya @lila_coolradio. Silakan cantumkan bukti woro-woronya di kolom komen yaaa…
  • Jawaban paling lambat tanggal 26 September 2014
  • Jadwal dikumpulkan (ditulis) pada google docs yang link-nya ada di bawah ini. Jawaban cukup sekali saja. Maka, saran saya, jangan buru-buru nulis jawaban di google docs sebelum kalian bisa menjawab semua quotes para peserta GA hop September to Remember.
  • Penting: Jawaban harus berurutan baik urutan secara quotes yang menjadi pertanyaan dan secara blog host


Trus, mana quote-nyaaaaa??? Uhuk, ini dia…. :D Siaaappp???

Quote 1

Dia cukup memahami kematian, sehingga mengerti bahkan kematian tidak bisa diakali, dibeli, ditunda, atau diubah jadwalnya
Quote 2

“Mengertikah kau sekarang?” tanyanya. “Bila diberi waktu tak terbatas, tidak ada lagi yang istimewa. Tanpa kehilangan atau pengorbanan, kita tidak bisa menghargai apa yang kita punya.”“Ada sebabnya Tuhan membatasi hari hari kita?”

"Mengapa?”

“Supaya setiap hari itu berharga.”
Quote 3

” Because from what I’ve seen of marriages and relationship, there aren’t any rules. You deal with what comes, like anything else in life. There’s no template. No freaking  outline. And that’s what makes relationship interesting, right? The element of surprise”.
Silakan ubek2 review saya di blog ini yaaaa.... Semangaaattt... 

Bonus (Optional):

Nah ada lagi nih yang seru. Untuk menambah nilai, teman-teman bisa melakukan bonus sebagai berikut:

  • kolase cover: Setelah menebak seluruh judul buku dari 9 blog host September to Remember, silakan susun cover dari buku-buku tersebut. Susunan cover harus berurutan, namun model sesuai selera. Misal teman-teman ingin membuat model huruf atau puzzle dari cover-cover tsb. Upload hasil collage cover di image host dan kemudian submit linknya di google docs.
  • susun kalimat / paragraf: Apakah teman-teman suka menyusun puisi atau kalimat atau paragraf dari berbagai judul buku? Jika suka, yuk susun judul-judul buku yang sudah kalian tebak menjadi sebuah paragraf atau puisi atau bahkan cerpen. Ih, bakal keren deh kalo bisa jadi cerpen nantinya #menjura :D

Jadwal Blog Hop:


Senin, 15 September 2014

#31 Julian Chapter by R. J. Palacio


EBook format, epub
Published May 13th 2014 by Knopf Books for Young Readers
Rating 4/5

Apa yang pernah kau lakukan ketika kau berusia 9-10 tahun? Saya suka sekali mengganggu guru saya yang tergolong cakep saat itu dengan bermain di saat pelajaran, pada waktu beliau keluar kelas sejenak. Menurut saya, dan teman - teman itu boleh dilakukan dan asyik serta membuat keriuhan di kelas itu menggairahkan. Tetapi tidak ketika guru saya marah besar, dan laporan kenakalan saya pun terdengar hingga ke orangtua saya... Dan menyesallah saya, karena laporan itu juga datang dengan rapor yang tidak memuaskan  :(

Julian, di novel Wonder, tidak mendapat bagian untuk mengatakan apa yang ia rasakan seperti beberapa tokoh lain di buku. Wonder mengambil beberapa PoV, selain Auggie, si karakter utama. Julian, bisa jadi dianggap sebagai sosok antagonis di Wonder, tanpa kita tahu kenapa dia melakukan hal - hal yang menjurus pada bullying.

Sabtu, 30 Agustus 2014

(30) Ho(s)tel 2 by Ariy dkk






Paperback, 214 pages

Published Bentang Pustaka Juni 2014

Rating 3,5/5


Pernah menjadi traveler dengan bujet minim? Pernah menginap di hotel dengan fasilitas roomate absurd? Ato pernah punya masalah dengan fasilitas atau petugas ho(s)tel? Kalo belum, silahkan baca buku tipis ini, jika sudah, silahkan tulis pengalamanmu, siapa tau nanti bakal ada ho(s)tel 3 :D


Selama membaca buku ini, yang terbayang adalah tempat-tempat penginapan yang pernah saya inapi selama perjalanan piknik ataupun non piknik. Cukup bersyukur atas apa yang saya dapatkan dengan fasilitas yang diberikan meski beberapa terselip hal yang cukup mengganggu. Paling tidak saya tidak perlu terjebak dalam Toilet Labirin yang bikin merinding. Bayangkan, hanya untuk keluar dari toilet harus melewati pintu-pintu tak ada habisnya selama 15 menit! Belum lagi adanya Persahabatan Absurd yang absurd dalam arti sebenarnya. Bayangkan mempunyai teman kamar tak kasat mata  yang hobi banget nulis sms dan memindah barang itu tentu bukan sesuatu yang menyenangkan. Apalagi punya teman kamar yang hobi joged, senam dan push-up dengan CD Hitamnya. Ffiuh... No way. Coba kalo misal si teman tak dikenal ini nyadar kalo jadi tontonan gratis, trus dia minta bayaran ato minta kita juga joged, senam pake CD masing -masing? Duuhhh... :D


Ketika menulis review ini, saya jadi teringat dengan pengalaman saya waktu menginap di Jogja dulu. Begini ceritanya, saya dan  teman-teman saya menginap di sebuah-apa ya, losmen?-di daerah yang dianggap 'abu-abu'. Saya lupa apa namanya. Saya dengar jika menginap disitu, maka siap-siap saja dengan 'gangguan' di tengah malam. Saya tak percaya. Lagi pula saya pergi bersama rombongan yang beberapa diantaranya mengaku bisa 'melihat' yang tak terlihat. Masak mereka mau cuek saja si tukang ganggu tengah malam ini mengganggu kamar saya dan satu teman saya yang lain? Eh, ternyata benar ada gangguan, sodara-sodara. Pintu kamar saya diketuk-ketuk cukup lama. Saya hanya berpikir kalo ini hanya ulah iseng teman saya. Esok paginya saya protes ke mereka, para bapak-bapak yang mungkin menggoda saya tadi malam. Ternyata mereka juga mengalami hal yang sama. Usut punya usut, ternyata yang mengetuk pintu-pintu kita tadi malam adalah penawaran 'servis ekstra' dari ‘pekerja sosial’ dalam bentuk pijat atau pijat plusss.... Duh duh... Saya kira gangguan dari makhluk halus atau apa...


Fasilitas ho(s)tel di tempat yang pernah saya inapi, Alhamdulillah, cukup bagus, meski di beberapa penginapan, masih di Jogja juga, cantelan bajunya terlalu tinggi, mungkin standar untuk tamu-tamu asing dengan postur bongsor. Sementara di Singapura, cantelan bajunya standar, tak perlu buat saya olahraga lompat-lompat sebelum mandi. Tak pernah juga saya mengalami air macet, hingga perlu berpikir ingin Mandi Mewah, tapi batal hahaha. Teman sekamar pun, so far, tak terlalu aneh-aneh, apalagi yang sepuh-sepuh hingga Tua Tak Berdaya di Rooftop. Sedikit mengharukan kisah ini, tapi paling tidak sedikit mengingatkan kita untuk melakukan persiapan di hari tua. 


Membaca kisah perjalanan penulis ho(s)tel ini serasa mengunyah gado-gado, berbagai macam rasa. Para penulis rata-rata menulis dengan gaya kocak masing-masing. Begitu buku ini di tangan, tak sabar saya menyobek plastiknya—sesuatu yang jarang terjadi dalam sejarah beli buku bagi saya. Yang pertama ingin saya baca adalah tulisan teman blog Multiply saya dulu, Rinto A. Navis dengan Batal Mandi Mewah-nya. Dan saya ssukses melebur kangen akan tulisan blognya dengan ngakak di akhir cerita. Setelah itu, saya baru membaca secara urut dari awal. Tapi ternyata cukup mengganggu keasyikan di awal dengan adanya gambar ‘penampkan’ cewek rambut panjang. Seram. Karena itu, saya kembali membuka-buka halaman berikutnya secara random, mencari tulisan teman blog lainnya, Astrid Lim dengan CD Hitam-nya. Yang ini pun saya sukses ngakak cantik.  Overall, yang sedikit mengganggu justru sampulnya yang terlihat 'seram', meski ketika dibuka terlihat gaya kocak gambarnya. Tapi tetesan air warna merah di bagian atas cover, seakan darah menetes-netes, belum lagi sosok rambut hitam panjang berbaju putih.... Ih, ga heran jika buku ini masuk satu deret dengan novel horor lokal di satu toko buku. Oya, gara-gara ini pula, kita-para joglosemar, penikmat kisah kismis jadi kepikiran membaca kisah horor urban legend lokal bareng-bareng. Saya sih, ayookk aja. :D

PS:
Posting ini saya sertakan dalam posting bareng BBI tema Buku Baru 2014