Selasa, 12 Desember 2017

Video Blogger: A Newbie


Sebenarnya saya sudah melirik dunia vlogger ini ketika beberapa teman BBI mulai punya channel sendiri, yang tentu saja channel buku. Yang menjadi masalah adalah saya ngga punya rasa percaya diri untuk tampil, apalagi menampilkan background cantik penuh buku, belum lagi kemampuan edit video yang cekak banget. Akhirnya ya, end up sebagai lirikan saja untuk menjadi vlogger :D

Tapi beberapa waktu kemudian, ketika seorang teman kantor saya mengompori saya untuk membuat channel, entah kenapa saya jadi semangat lagi. Tapi tetap saja saya ngga mau muncul di layar. Sebagai mantan penyiar radio, saya lebih pede memamerkan suara saja, alih-alih pamer diri sendiri. Ketika saya menunjukkan beberapa track audio saya di Soundcloud, tiba-tiba teman saya memberi ide untuk membuat channel 'membaca' saja. Eh, saya jadi semangaattsss..

Selasa, 05 Desember 2017

Dengeki Daisy volume 4 by Kyousuke Motomi


Read scanlation only
Published October 11, 2009 by Gramedia (m&c)
Rating 3/5

I think the pace gets a bit slower than usual. Teru is still the main cause of trouble of the people around her. Well, she's not the one who causes the problem, actually, but it seems that the world only turns around her, and she's still the magnet of catastrophe.

After she finds out the truth about Daisy, that Daisy is Kurosaki, her life is not the same again. She trembles and gets nervous every time she gets close to him. Kurosaki, on the other hand, never has any hunch of him being found out as Daisy.

On this volume, there is another character that is put on Teru's side, the chairman of the school. I just wonder, why there are a lot of people gathering around Teru to protect her? Is there really something worth her life that her brother left after he died? One protagonist is added, but the antagonist, I think, remains the same-the people who want to give Teru troubles, both inside and outside school. Oh ya, one antagonist in Teru's school, Morie sensei. But until I finished reading volume 5, there's no clue of who Morie sensei is.

Minggu, 03 Desember 2017

Dengeki Daisy Volume 3 by Kyousuke Motomi


Read Scanlation only
Published paperback by Gramedia (m&c), September 16, 2009
Rating 4/5

Volume ini benar-benar bikin ngakak dan badump badump tsssss hahahaha...

Setelah sekian lama Teru tinggal di rumah Kurosaki karena rumahnya sempat dibobol maling yang menginginkan warisan kakaknya, akhirnya Teru akan pindah. Guru konselornya di sekolah, Riko san yang ternyata adalah mantan pacar kakaknya, bersedia tinggal bersama Teru.

Hari perpindahan Teru pun tiba. Kuroskai terlihat gelisah. Teru mulai menggoda jika Kurosaki nanti merasa sepi, dia bisa meminta Teru untuk tetap tinggal. huakakakaka... Macam dorama atau drakor aja. Tetapi ternyata Kurosaki tetap membiarkan pergi...

DIMANA KAH TERU PINDAH?

Ternyata ia pindah di kamar apartemen sebelah Kurosaki!!!! Ngoahahahaha... Ngakak kejungkel bagian ini. Riko san juga ternyata memikirkan perasaan keduanya jika mereka terpisah. Cieee....

Kamis, 30 November 2017

Dengeki Daisy, Volume 2 by Kyousuke Motomi


Read scanlation only in mangakakalot
Rating 3,5 stars

Cerita di volume 2 ini semakin menjurus ke peninggalan kakak Teru yang kemungkinan berupa software yang bisa menghasilkan banyak uang. Dimulai dari Takeda-san di volume 1 yang 'menyusup' menjadi guru komputer di sekolah Teru. Sayangnya niatnya ini terendus Kurosaki, hingga Takeda-san melakukan jalan pintas, menyatroni rumah Teru. Akibatnya, Teru harus tinggal sementara di rumah Kurosaki.

Horeeee.... Kok hore?

Hahahaha... bakal ada banyak cerita seru jika dua orang yang sering bertengkar namun sebenarnya saling menyayangi ini berada di bawah satu atap. Romantis-romantis tapi sering ngeselin wkwkwk...

Setelah Takeda-san, kali ini ada teman bahkan sahabat Teru yang mengincar ada sesuatu di  telpon genggam Teru yang selalu digunakan untuk menghubungi 'guardian angel'nya, Daisy. Insiden ini sedikit banyak nyaris membuka topeng Kurosaki sebagai Daisy, untunglah ada konselor baru yang datang ke sekolah Teru, Riko-san yang ternyata mantan pacar kakak Teru, otomatis ia juga mengenal Kurosaki alias Daisy.

Rabu, 29 November 2017

Dengeki Daisy by Kyousuke Motomi


Read scanlation only
Published  Gramedia (m&c) 2009
Rating: 3,5 stars

Selalu bahagia kalo nemu manga shoujo ang bikin badump tssss... hahahaha...

Sebenarnya saya kebetulan nemu manga ini di deretan komik baru Dojo komik di Tokopedia. Karena cukup jarang saya nemu manga yang diterjemahkan dari manga scanlation, jadi ya iseng lah saya baca. Ternyata dari review teman-teman di Goodreads cukup bagus. Oh, baiklah, here I come, Daisy...

Karena saya tidak membaca sinopsisnya, saya pikir Daisy ini adalah semacam robot, macam Q10 atau Kyuto (duh, jadi inget Keita... Takeruuuuuuuu.... daisukiiii....#ngelanturgajelas). Ternyata si Daisy ini adalah sosok misterius, yang semula saya pikir cewek, ternyata cowok. Lhah!!! Kucing saya bernama Dessy saja cewek lo...:D

Ceritanya sebenarnya tipikal shoujo sekolahan. Teru Kurebayashi, siswi sekolah elit dengan beasiswa, sering kali terkena bully teman-teman pemberi donor sekolah. Untunglah ada, 'Daisy' teman di segala situasi. Daisy ini sering 'muncul' dan kemudian menghilang sama cepatnya ketika ia muncul. Jadi siapa Daisy ini?

Rules by Cynthia Lord


Paperback 208 pages
Published April 1, 2006, by Scholastic Press
Rating 3,5 stars

I forgot exactly when I bought this paperback book. And I even forgot why I was into this book that I wanted to own it hahaha.... #sillyme

At first, I thought this story is about someone having autism that has rules in his life. But then, it turns out that I was wrong since this story is about Catherine, an older sister of David who has autism. She sets a lot of rules for David. She doesn't have too many 'don'ts' actually, but she indeed has some. Some rules are really trivial but even so, some normal people need to learn some of the rules David must learn.

Some of Catherine's thoughts remind  me of Auggie's sister in Wonder when she expects to have a 'normal brother'. She didn't explicitly say that she's embarrassed to have David as her brother, but the way she protected him for exposing him in public shows it.

Catherine really loves drawing. Every time she accompanies her mom to have a treatment on David in a hospital, her drawing tools always come with her. One day, she draws Jason, another patient of the hospital needs therapy. He either couldn't walk or talk, but he hears fine. He communicates with his communication book, through words and drawings his mom made him. With this sudden encounter, Catherine finds about the truth of how disabled people truly feel.

Jumat, 24 November 2017

Two Travel Tales: Menguak Eksotisme India dan Nepal by Ade Nastiti

\
Paperback 336 pages
Published December 2011 by Lingkar Pena Publishing House
Rating 4/5

Semenjak mengenal tulisan perjalanan karya Agustinus Wibowo, saya jadi lebih pemilih dalam menentukan buku tentang perjalanan, kecuali seri The Journey yang saya koleksi dari nomor 1-3. Tapi melihat buku ini tergeletak di tumpukan buku diskon Mizan dengan bandrol 15k, dengan embel-embel Nepal, saya tidak berpikir dua kali untuk membiarkannya begitu saja di tumpukan :D

Dengan sampul wajah seseorang non India, saya berpikir tulisan di dalamnya pastilah akan lebih banyak bercerita tentang Nepal dibandingkan India. Tapi ternyata saya salah. Tertipu dengan judul dan cover. Kecewa? Sedikit sih. Tapi kekecewaan saya terobati dengan gaya penulisan dan pengalaman yang menarik dari penulis yang membuat saya melupakan sejenak 'pencarian' saya terhadap kisah Nepal.

Saya baru tau kalo ternyata mbak penulis ini dulunya adalah anggota blog Multiply. Seangkatan dong, mbak... #eh... Bisa dikatakan apa yang diceritakan penulis di bukunya ini sedikit bertolak belakang dari kisah-kisah India dan Nepal dari Titik Nol-nya mas Gusweng. Jika mas Gusweng menceritakan India dengan segala kekumuhan dan kesemrawutan dari banyak aspek, termasuk rumah sakitnya, mbak Ade ini menulis tentang India lebih ke pengalamannya yang menyenangkan. Memang disinggung juga tentnang berbagai paradoks yang terjadi di India. Tapi membayangkan perjalanan mbak Ade ini sepertinya poaradoks itu tidak terlalu mengganggu. Saya juga ingat membawa kisah tentang India yang ditulis oleh Gola Gong dalam bukunya Journey: From Jakarta to Himalaya, yang juga banyak menyinggung kekumuhan dan kesemrawutan India. Gola Gong bahkan sempat kecewa dengan penduduk India yang ia bayangkan searif kisah-kisah pewayangan yang ia baca waktu kanak-kanak.