Rabu, 16 Agustus 2017

Crenshaw by Katherine Applegate




Paperback172 pages
Published April 2017 by Mizan Fantasy
Rating 3/5

Pernah memiliki teman khayalan? Saya sering. Berganti-ganti pula hahahaha…

Awal kisah, sedikit mengingatkan saya pada A Monster Calls-nya Patrick Ness, meski sama-sama gelap, tapi rupanya teman khayalan di dua buku itu berbeda. 

Jackson mulai melihat teman khayalannya ini ketika berumur sekitar 7 tahun. Crenshaw, seekor kucing raksasa dengan buku lebat dan doyan makan permen jelly. Di rumah, Jackson tinggal bersama kedua orangtuanya dan adik kecilnya, Robin. Kenyataan mengatakan, bahwa Jackson sebenarnya adalah anak pungut, dan kenyataan lain yang lebih pahit, kedua orangtuanya mengalami kebangkrutan finansial. 

Ornagtua Jackson memang bukan pengusaha kaya raya, tapi semenjak sang ayah berhenti bekerja karena penyakitnya, ia tak lagi bisa bekerja normal. Sang ibu yang beralih peran menjadi tulang punggung keluarga, bekerja serabutan sana sini untuk memenuhi kebutuhan. Tapi bangkrut tetap saja bangkrut.

Mereka harus keluar dari apartemen mereka. Menjual barang yang masih layak dijual dan meninggalkan tempat nyaman mereka, berdesakan di mobil van mereka.

Sang ayah berjanji, perjalanan mereka hanya akan memakan waktu beberapa minggu saja, tapi kenyataan berkata lain. Hidup memang pahit, bahkan untuk anak sekecil Jackson dan Robin.

Minggu, 13 Agustus 2017

Seaside: Dendam Tak Oernah Terhapus Waktu by Ziggy Z


Paperback, 236 pages
Published October 7, 2016 by Sendja
Rating 3/5

Seorang gadis, yang tak disebut nama aslinya dari awal hingga akhir, tapi memiliki nama alias yang banyak sekali, Tiffany, Bonnie dll. Mari sebut saja ia Tiffany. Dia punya dendam luarbiasa dengan berbagai oknum yang terlibat dalam menjebloskan ayahnya ke penjara. Sebagai mahasiswi jurusan hukum, apa yang akan ia lakukan jelas menyimpang hukum. tapi Tiffany tidak punya rencana untuk berbalik.

Ia memiliki akses menuju orang-orang di belakang layar dipenjaranya si Papa, dan ia berlatih keras menjadi seorang pembunuh. \dengan bantuan personal trainer, Tiffany membuat dirinya kuat, dan seorang trainer lain yang menyempurnakannya menjadi seorang pembunuh. Tiffany yang dulunya anak kuliahan yang sedang2 saja, bertranformasi menjadi pembunuh. Korban mulai berjatuhan dengan berbagai cara, mulai dari racun, terpenggal, suntikan mematikan, hingga mutilasi, dan semuanya berakhir di krematorium tengah hutan.

Tapi ia melakukan satu kesalahan, ia jatuh cinta. 




Well, keterlibatan sang kekasih ini cukup membuat kisah gelap ini menjadi sedikit berwarna dengan muncul percik-percik cinta di antara mereka berdua. Tapi tetap saja, hawa dendam tetap membara sepanjang buku. 

Senin, 24 Juli 2017

Momiji by Orizuka



Paperback 208 pages
Published by Inari Mei 2017
Rating 3/5

Siapa yang selalu bangga memiliki nama yang disandang? Terkadang, saya tidak terlalu bangga, maklum, pemberian nama dari orangtua saya hanya satu, trrlalu biasa, maksudnya tak terdiri dari beberapa nama seperti nama anak-anak sekarang. Tapi paling tidak saya bisa menerangkan arti nama saya plus latar belakang pemberian nama ini :))

Patriot Bela Negara memang bukan nama yang umum, belum lagi tubuhnya juga kurang mendukung namanya, Patriot. Jika dulu Mel Gibson bermain di film berjudul Patriot, setidaknya bentuk tubuh Gibson menyerupai sosok patriot. Nah, Patriot yang ini merasa namanya menjadi beban dimana pun ia berada. Alih-alih menjadi pembela negaranya, Patriot yang lebih dikenal dengan nama panggilan Pabel, lebih mencintai negara Jepang dibanding negaranya sendiri.

Singkat kata, berbekal kemampuan bahasa Jepang tingkat menengah, Pabel berangkat ke Jepang untuk mengikuti kelas singkat selama sebulan. Selain ingin memperlancar kemampuan bahasanya, Pabel juga bercita-cita mendapatkan cewek model Yamato Nadeshiko. Di Jepang, Pabel tinggal di rumah keluarga Shiraishi yang terdiri dari ayah ibu, dan dua anaknya,  Kazuki si bungsu dan Momiji si sulung yang sempat menghilang selama 3 tahun.

Sabtu, 15 Juli 2017

Mirror, Mirror on the Wall… by Poppy D. Chusfani




Scoop ebook, 176 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama September 2008
Rating 3/5

Tanpa sengaja saya meihat buku ini di deretan library display di Ipusnas, digital library, dan entah karena nama penulisnya atau bagaimana, saya langsung mencarinya di Scoop, dan ketemu! Sementara menunggu murid datang, saya membacanya dan ternyata asik dan lucu :D

Karin adalah tipikal anak SMP yang kalah pamor dari kakaknya, Lis, yang cantik nan pintar. Karin di sekolah merasa tak terlihat, kasat mata, hngga jadi sasaran bully teman-temannya. Karin,sperti hanya remaja lain, juga memimpikan menjadi anak popular, terlebh dia ngin ‘dilihat’ oleh cowok yang ia taksir, Andre.

Pada suatu har, Karin dan kakaknya serta sahabat karibnya, Shawn, bersih-bersih gudang. Di ana ia menemukan sebuah cermin antic yang langsung ia pasang di kamar tidurnya. Tanpa disangka, ternyata itu adalah cermin peninggalan neneknya, atau buyutnya, yang masih memiliki darah kerajaan Banten (?). suatu malam, Karin berasa mimpi masuk ke dalam cermin, dan bertemu dengan 3 orang yang mengaku sebagai refleksi dirinya. Begitu ia keluar dari cermin, tak kalah kagetnya, ia bertemu dengan para penjaganya, Cangra dan Wulung, dalam wujud harimau!!!

Sabtu, 08 Juli 2017

Let It Snow by John Green and friends




Scoop ebook, 314 pages
Published by Gramedia Pustaka Utama  December 2014
Rating 3/5 

Terus terang saya kurang sukses menyukai buku-buku karya John Green yang selalu popular, sebut saja The Fault in Our Star dan Looking for Alaska. Kedua novel itu saya tutup sebelum berakhir. judul pertama yang saya sebutkan, saya hentikan ketika saya membaca ebooknya karena entah kenapa saya agak roaming dengan stilah-istilah penyakit atau perawatan bagi si karakter yang sakit itu. Dan ketika membaca buku paperback-nya yang sduah diterjemahkan, saya merasa kurang sreg dengan terjemahannya. Ini terus salah siapa? :D Judul yang kedua juga saya tutup ketika secara tidak sengaja saya membaca review spoiler entah dimana. Saya kesal setengah mati hingga saya drop begitu saja proses bacanya. Film-nya juga masih di timbunan, entah kapan bakal saya sentuh. 

Nah, mungkin ini adalah novel John Green paling sukses saya baca hingga akhir mungkin karena factor kolaborasinya yang membuat saya betah membaca hingga selesai hahaha… terus terang, saya belum kapok kok membaca karya-karya John Green karena saya masih menimbun paperback Will Grayson, Will Grayson, dan unduhan ebook di Scoop juga lumayan banyak hehehe…

Yah, kok saya jadi ngerumpi tentang John Green ya? :D

Selasa, 27 Juni 2017

Miseinen dakedo Kodomo ja nai by Kanan Minami




Judul asli:  未成年だけどコドモじゃない


English title: Even though I’m a Minor, I’m not a Child
20 chapters, read scanlation only
Rating: 2,5/5
 
Cerita tentang high school dengan genre shoujo memang tidak pernah jauh dari romance, entah itu sweet atau bitter sweet. Tapi kalo genre shoujo kebanyakan memang sweeettt banget meski ending manga yang satu ini berasa pengen banting gadget hahahaha…

Kisah dimulai dari cewek manja, 16 tahun, Karin Oriyama yang nge-fans berat dengan kakak kelasnya, Nao Tsurugi; cakep, pintar dan jago olahraga pula. Pada ulang tahunnya yang ke 16, Karin mendapat hadiah ultah yang tidak main-main, ijin menikah dengan cowok pilihan ayahnya. Semula, ia menolak mentah-mentah, sampe mengancam bunuh diri segala, tapi ternyata cowok yang bakal dijodohkan dengannya adalah si kakak kelas idaman!!! Cuwiiwiiitt… hahaha…

Hari pernikahan pun diatur. Karin menyambut pernikahan ini dengan malu-malu mau, berbeda dengan Nao yang tanpa disangka sangat dingin ketika mereka tak lagi berada di hadapan orangtua masing-masing. Dan, terbongkarlah rahasia mengapa mereka berdua dinikahkan meski masih berada di bangku sekolah; orangtua Nao yang dulunya adalah sahabat karib ornagtua Karin sedang jatuh miskin dengan usahan bisnisnya yang bangkrut. Dari pihak Nao sendiri juga tak kalah mengejutkan alasannya mengapa ia mau saja dinikahkan dnegan Karin; Nao ingin keluar dari rumah orangtuanya yang tiap hari ribut menyisakan trauma pada Nao. Apa kabar perasaan Karin ketika mengetahui kenyataan ini? Ya kebayanglah hancurnya dirinya.

Rabu, 21 Juni 2017

Bakuman 17 by Tsugumi Ohba and Takeshi Obata




Paperback
Published by M&C
Rating 5/5

Baru kali ini saya penggeeeen banget nulis review untuk Bakuman. Biasanya sih hanya cukup di review di Goodreads, setelah itu, sudah :D

Tapi karena sekian lama saya ‘berpisah’ dari serial ini, kalo tidak salah saya terakhir membaca volume 13 tahun lalu, jadi sedikit banyak saya kudu mengingat-ingat konflik terakhir di volume yang terakhir saya baca itu. 

Terus terang, duluuuu, ketika saya membaca volume sebelumnya, saya memang saya sangat antusias mengikuti kiprah duo mangaka yang waktu itu masih junior, yaitu Ashirogi Muto sensei. Tapi tidak jarang, saya cukup bosan dengan segala meeting para kepala editor, hingga kadang saya ngantuk, dan kurang menikmati. Tapi sangat berbeda setelah saya ‘berpisah’ cukup lama dengan serial ini. Sejak volume 14, saya jadi terbakar emosi dengan kehadiran karakter baru, Tohru Nanamine, yang di volume 13, sudah disebutkan oleh penulis. Bahkan manga yang ia tulis juga sangat menarik hingga sekejap saya melupakan bahwa ini adalah manga di dalam manga hahaha…

Nah, inilah yang sebenarnya pengen saya tulis disini. Manga di dalam manga.